Burung Ukiran Kayu yang Tampak Hidup dan Burung Hantu Asli di Museum Kota Handa — Pameran "Dunia Ukiran Burung"

Diterbitkan: 2 Juni 2026
Burung Ukiran Kayu yang Tampak Hidup dan Burung Hantu Asli di Museum Kota Handa — Pameran "Dunia Ukiran Burung"

Museum Kota Handa mempersembahkan pameran khusus bertajuk "Dunia Ukiran Burung: Ensiklopedia Bergambar Burung Liar dari Kayu," yang berlangsung dari 20 Juni hingga 30 Agustus 2026. Pameran ini menghadirkan sekitar 200 karya burung domestik dan internasional yang diciptakan oleh seniman berbasis Kota Handa, Genji Inada, melalui upaya coba-coba selama bertahun-tahun, yang terinspirasi oleh kekayaan lingkungan alam Semenanjung Chita. Tiket masuk gratis.

Pengunjung dapat melihat dari dekat makhluk-makhluk yang belakangan ini semakin jarang terlihat di area lokal.

Selama periode pameran, serangkaian acara partisipatif juga akan diadakan, menjadikannya kesempatan yang tepat untuk proyek liburan musim panas dan tamasya keluarga.

Contoh Karya Genji Inada

Pinguin Kaisar

Burung Shoebill

Burung Toucan Toco

Apa Itu Bird Carving (Ukiran Burung)?

Bird Carving menggabungkan kata Bird (Burung) dan Carving (Ukiran) — ini adalah seni mengukir burung liar dari kayu agar terlihat sangat hidup. Dibuat dengan mengukir bentuk dari potongan kayu kemudian mengecatnya, karya-karya ini juga berfungsi sebagai referensi berharga untuk memahami klasifikasi dan ekologi burung.

Gambaran Umum Pameran

Periode: 20 Juni (Sabtu) hingga 30 Agustus (Minggu), 2026

Lokasi: Museum Kota Handa (4-209-1 Kirigaoka, Kota Handa)

Tiket Masuk: Gratis

Acara Terkait

Demonstrasi Ukiran Burung

Seniman Genji Inada akan memberikan demonstrasi langsung sambil berbagi tips tentang proses kreatif dan cerita tentang burung.

Tanggal: 27 Juni (Sabtu)

  • ① 10.30 hingga 11.30 — Siswa sekolah dasar dan wali murid
  • ② 14.00 hingga 15.00 — Masyarakat umum (usia sekolah menengah pertama ke atas)

Kapasitas: 30 orang per sesi (berdasarkan siapa cepat dia dapat)

Pendaftaran dibuka: 6 Juni (Sabtu) pukul 10.00

Bertemu Burung Asli di Museum

Pengunjung dapat mengamati burung resmi Prefektur Aichi, burung celepuk (Oriental scops owl), serta burung hantu telinga panjang (long-eared owl), burung hantu gudang (barn owl), burung beo, dan lainnya dari dekat, serta membandingkannya secara langsung dengan karya ukiran kayu.

Tanggal: 19 Juli (Minggu), 13.00 hingga 16.00

Reservasi: Tidak diperlukan

Kontes Ilustrasi Burung Spesies Baru (Berlangsung Sepanjang Pameran)

Peserta diajak untuk menggambar ilustrasi spesies burung baru yang imajiner secara bebas, kemudian menentukan nama dan karakteristiknya. Kontes ini dapat menjadi proyek seni liburan musim panas atau studi alam.

Kategori: ① Balita ② Siswa sekolah dasar ③ Siswa sekolah menengah pertama ke atas

Penghargaan: Juara utama (1 per kategori), Juara unggulan (2 per kategori)

Pengiriman: Isi formulir entri yang tersedia di lokasi atau di situs web museum dan bawa ke resepsionis museum. (Satu entri per orang)

Kegiatan lain selama periode pameran meliputi reli kuis dan lokakarya kerajinan. Semua pengunjung menerima kartu pos asli eksklusif sebagai hadiah di resepsionis museum.

Selain itu, Perpustakaan Kota Handa, yang berlokasi di gedung yang sama dengan museum, akan mengadakan pameran khusus panduan lapangan burung selama periode pameran, memungkinkan pengunjung memperdalam pengetahuan mereka melalui buku setelah melihat karya-karya tersebut.

Karier Kedua yang Didorong oleh Semangat

Inada memiliki minat dalam membuat berbagai barang sejak usia dua puluhan, dan saat bekerja sebagai insinyur di industri kelistrikan, ia juga menciptakan karya kerajinan pelat tembaga. Pada tahun 2007, setelah pensiun, ia mulai belajar sendiri seni ukir burung sebagai kerajinan yang bisa ia lakukan di rumah, dan sejak itu telah menciptakan sekitar 200 karya.

Dari Sang Seniman

Seniman Genji Inada

"Semua makhluk hidup memiliki karakteristik yang dibentuk oleh habitat dan pola makan mereka. Dalam membuat ukiran burung saya, saya selalu berusaha untuk menangkap karakteristik tersebut secara akurat. Ketika saya berhasil mengeluarkan vitalitas burung yang hidup setelah banyak percobaan dan kesalahan, itu adalah pengalaman yang benar-benar memuaskan sebagai seorang kreator.

Dalam beberapa tahun terakhir, pembangunan telah berkembang di seluruh Semenanjung Chita, dan dibandingkan dengan masa kecil saya, ada lebih sedikit ruang alami dan lebih sedikit kesempatan untuk menjumpai satwa liar. Saya berharap pameran ini membantu pengunjung merasa lebih dekat dengan makhluk-makhluk hidup ini dan memicu minat terhadap mereka."