Prefektur Fukuoka dan Asosiasi Pariwisata Prefektur Fukuoka telah mengembangkan "Jalur Ziarah Hikosan", sebuah rute pendakian yang dibangun di sekitar budaya pemujaan gunung Shugendo, sebagai bagian dari promosi pariwisata untuk wilayah di sepanjang Jalur JR Hita-Hikosan yang masih dalam masa pemulihan setelah bencana Banjir Besar Kyushu Utara pada Juli 2017.
Tahun ini, kedua organisasi tersebut berfokus pada Rute Puncak Musim Gugur melalui kampanye lencana digital menggunakan aplikasi pendakian YAMAP*, yang berlangsung dari 14 September hingga 7 Desember.
Pendaki yang menggunakan aplikasi YAMAP untuk melewati puncak-puncak yang ditentukan akan mendapatkan lencana digital edisi terbatas di dalam aplikasi. Siapa pun yang mengumpulkan tiga lencana atau lebih akan menerima "Lencana Digital Penyelesaian Ziarah", dan di Kuil Hikosan, 500 orang pertama yang melakukannya juga akan menerima handuk tangan tenugui asli.
Seiring dengan semakin dalamnya musim gugur dan pegunungan Fukuoka yang mulai menampakkan warna musim gugurnya, kampanye ini mengundang para pendaki untuk menapaki jalur ziarah sambil membayangkan para yamabushi (petapa gunung) dari berabad-abad silam.
*Aplikasi pendakian dan aktivitas luar ruangan berbasis GPS yang dioperasikan oleh YAMAP yang memegang pangsa pasar domestik teratas di Jepang untuk kategori ini. Bahkan jauh di dalam pegunungan, di mana layanan seluler tidak menjangkau, aplikasi ini dapat menunjukkan lokasi dan rute pendaki saat ini menggunakan fungsi GPS ponsel pintar mereka.
Informasi lebih lanjut tentang kampanye: https://yamap.com/magazine/75210
Cara Mendapatkan Lencana dan Hadiah
Menggunakan aplikasi YAMAP untuk merekam log aktivitas, pendaki melewati puncak-puncak yang ditentukan di sepanjang Rute Puncak Musim Gugur dan mendapatkan lencana digital yang terkait dengan masing-masing puncak. Mengumpulkan tiga lencana atau lebih akan membuka "Lencana Digital Penyelesaian Ziarah".
Siapa pun yang menunjukkan "Lencana Digital Penyelesaian Ziarah" mereka di kantor di samping Kuil Rendah (Lower Shrine) Hikosan, atau di kantor kuil di depan Aula Hōheiden, akan menerima handuk tangan tenugui asli selama persediaan masih ada (500 orang pertama).


Puncak Target
Kampanye ini mencakup empat gunung di sepanjang Rute Puncak Musim Gugur: Gunung Sarakura, Gunung Fukuchi, Gunung Ganjaku, dan Nakadake, yaitu puncak Gunung Hikosan.
Tentang Jalur Ziarah Hikosan
Prefektur Fukuoka dan Asosiasi Pariwisata Prefektur Fukuoka bekerja sama dengan YAMAP untuk menetapkan tiga rute yang membentuk "Jalur Ziarah Hikosan" selama tahun fiskal 2021 dan 2022, dengan memanfaatkan Jalur Alam Kyushu serta sejarah dan budaya tradisi pemujaan gunung Shugendo di Hikosan. Sebuah situs web khusus diluncurkan pada tahun fiskal 2022 untuk membagikan informasi mengenai rute-rute tersebut.

Rute Puncak Musim Gugur
Rute ini didasarkan pada jalur mine-iri tua yang menghubungkan Gunung Sarakura ke Hikosan. Di dekat Tatsugahana, medannya curam dan sebagian jalur tetap tidak terawat, tetapi rute punggungan menuju Gunung Osaka umumnya lebih mudah dilalui daripada Rute Puncak Musim Semi, dengan sejumlah jalur keluar di sepanjang jalan. Dari Gunung Ganjaku ke Hikosan, jalur tersebut mengikuti rute yang sama dengan Rute Oshioi-tori.

Rute Puncak Musim Semi
Dikatakan telah dibuka pada akhir abad ke-7 oleh En no Gyoja, rute ini didasarkan pada jalur mine-iri tua yang menghubungkan Gunung Homan ke Hikosan. Rute ini melewati titik-titik keindahan alam seperti hutan kayu boxwood tua di Gunung Kosho dan hutan beech di sepanjang punggungan Gunung Mami. Setelah melewati Koishiwara, suasana berubah, dan jalur berlanjut melalui situs-situs yang kental dengan sejarah dan budaya Shugendo, termasuk Gyoja Cedars, 深仙者宿 — sebuah situs yang terkait dengan pelatihan En no Gyoja, pendiri Shugendo — dan Celah Kaifuki.

Rute Oshioi-tori
Rute ini didasarkan pada "Oshioi-tori", salah satu ritual Shinto tertua di Hikosan. Setiap tahun pada hari terakhir bulan Februari, sebagai bagian dari ritual festival Matsue Kinensai di Hikosan, para peserta mengikuti sekitar 40 kilometer di sepanjang cekungan sungai Imagawa dan Haraigawa menuju Pantai Kutsuo dan Ubagafutokoro di Kota Yukuhashi, di mana mereka menyucikan diri, mengambil air laut ke dalam tabung bambu, dan membawanya kembali ke Hikosan untuk menyucikan pekarangan gunung — sebuah praktik yang telah berlangsung selama lebih dari seribu tahun sejak periode Heian.

Ringkasan Kampanye
- Nama: Kampanye Lencana Digital Jalur Ziarah Hikosan
- Periode: 14 September hingga 7 Desember 2026
- Cara mendapatkan lencana: Rekam log aktivitas di aplikasi YAMAP saat melewati puncak-puncak yang ditentukan di sepanjang Rute Puncak Musim Gugur; mengumpulkan tiga lencana digital atau lebih akan membuka "Lencana Digital Penyelesaian Ziarah"
- Hadiah: Handuk tangan tenugui asli untuk 500 orang pertama yang menunjukkan "Lencana Digital Penyelesaian Ziarah" mereka di kantor di samping Kuil Rendah (Lower Shrine) Hikosan, atau di kantor kuil di depan Aula Hōheiden
- Puncak target: Gunung Sarakura, Gunung Fukuchi, Gunung Ganjaku, dan Nakadake, puncak Gunung Hikosan
Detail selengkapnya: https://yamap.com/magazine/75210