Museum Batu Nasu Ashino, sebuah fasilitas budaya di Kota Nasu, Tochigi, yang dirancang oleh arsitek terkenal internasional Kengo Kuma, akan menyelenggarakan acara perjodohan malam yang unik pada tanggal 22 Maret 2026. Acara ini diselenggarakan oleh nasu-matching, sebuah proyek revitalisasi komunitas yang dijalankan oleh koordinator revitalisasi regional Kota Nasu, dan menawarkan sesuatu yang jarang tersedia di tempat ini: akses pribadi ke museum setelah jam tutup.
Pendekatan "Desain Pengalaman" untuk Perjodohan
Acara perjodohan diadakan di seluruh Jepang, tetapi pendekatan nasu-matching mengambil sudut pandang yang berbeda. Alih-alih hanya mengandalkan perbandingan profil atau putaran percakapan singkat, acara ini menggunakan lingkungan arsitektur itu sendiri sebagai latar belakang yang dirancang untuk membangkitkan emosi.
Konsep ini mengacu pada temuan dari psikologi yang menunjukkan bahwa kegembiraan atau ketegangan ringan yang dialami selama pertemuan pertama dapat membuat respons emosional lebih mudah dikaitkan dengan orang di dekatnya. Dengan pencahayaan malam, lingkungan yang tenang, dan tindakan bergerak melalui ruang museum, acara ini dirancang untuk melibatkan peserta pada tingkat sensorik sebelum percakapan dimulai.


Museum Batu biasanya hanya buka pada siang hari. Akses malam hari jarang terjadi, dan interior batu dan bayangan yang diterangi menciptakan suasana yang sangat berbeda dari pengalaman siang hari.
Program Acara
Peserta menerima "freeCard" nasu-matching asli di pintu masuk—kartu berbentuk kapsul yang tersedia dalam tiga warna masing-masing untuk pria dan wanita. Ketika kartu pria dan wanita ditumpuk, mereka membentuk bentuk hati. Tujuan di bagian pertama acara adalah untuk menemukan seseorang yang memegang kartu warna yang sama sambil menjelajahi museum bersama.

Program ini berjalan sebagai berikut:
- Pembukaan – Peserta berkumpul di dalam ruang museum yang atmosfer untuk memulai malam
- Pencocokan freeCard – Peserta menjelajahi museum mencari orang yang membawa warna kartu yang cocok
- Waktu interaksi bebas – Bersosialisasi secara terbuka di ruang arsitektur, dengan staf yang tersedia untuk dukungan
- Waktu kafe – Percakapan berlanjut di area kafe santai di dalam museum
- Penutupan – Mereka yang menemukan koneksi dapat mendaftarkan minat melalui nasu-matching; hasil pencocokan dikirimkan setelahnya
Tentang Tempat


Museum Batu Nasu Ashino terletak di Ashino, Kota Nasu, dan dirancang oleh arsitek Kengo Kuma menggunakan batu Ashino lokal. Fasilitas ini terdiri dari tujuh struktur batu, menggabungkan gudang batu bersejarah yang dipugar dengan konstruksi baru, dan menerima penghargaan arsitektur batu internasional di Italia pada tahun 2001. Interaksi tekstur batu dan cahaya menjadikannya tujuan bagi penggemar arsitektur baik di Jepang maupun di luar negeri.
Saat ini, pameran seni berjudul "MOiKA: Bintang dan Kehidupan" berlangsung di museum hingga 28 Juni 2026.
Detail Acara
| Tempat | Museum Batu Nasu Ashino (2717-5 Ashino, Nasu-machi, Nasu-gun, Tochigi) |
| Tanggal & Waktu | Minggu, 22 Maret 2026, 17:30 hingga 19:30 (diadakan terlepas dari hujan) |
| Tiket Masuk | Pra-penjualan: ¥1.600 (termasuk tiket masuk dan satu minuman) / Hari-H: ¥1.800 (selama persediaan masih ada) |
| Peserta yang memenuhi syarat | Individu yang belum menikah (tidak ada batasan usia atau tempat tinggal) |
| Kapasitas | 20 pria dan 20 wanita (siapa cepat, dia dapat) |
Siapa yang Cocok untuk Acara Ini
- Mereka yang mencari pengalaman perjodohan yang terasa berbeda dari format biasanya
- Orang-orang yang tertarik pada arsitektur atau ruang unik
- Mereka yang ingin tahu tentang Kota Nasu
- Siapa pun yang lebih menyukai suasana yang lebih alami untuk bertemu orang baru
Staf akan hadir selama acara. Pendekatan dan permintaan yang tidak diminta dilarang. Berbagi informasi kontak sepenuhnya sukarela.
Tentang nasu-matching
nasu-matching adalah proyek komunitas yang diselenggarakan oleh koordinator revitalisasi regional Kota Nasu, Chiai Kaneda. Sejak diluncurkan, proyek ini telah memfasilitasi 10 pasangan, dua di antaranya telah menikah, dan dua peserta telah pindah ke Kota Nasu. Tujuan proyek ini lebih dari sekadar perjodohan sederhana—proyek ini bertujuan untuk menghubungkan orang-orang ke kota itu sendiri, berkontribusi pada vitalitas regional Nasu yang lebih luas.
Pendaftaran tersedia melalui situs web nasu-matching.