Uji Pemasaran Produk Nikko Bori Baru
Kota Nikko di Prefektur Tochigi telah berupaya melestarikan dan mengembangkan keterampilan Nikko Bori dan kerajinan tradisional lainnya yang ditemukan di daerah tersebut.
“Membawa Nikko Bori ke dalam Kehidupan Sehari-hari”
Lini produk baru telah dikembangkan menggunakan “Nikko Bori” (日光彫), kerajinan tradisional yang ditetapkan Prefektur Tochigi, yang dirancang untuk menarik wisatawan yang mengunjungi Nikko — khususnya wanita muda — sebagai suvenir praktis yang dapat mereka gunakan di rumah. Konsepnya berpusat pada menghadirkan warna dan keindahan pada santapan sehari-hari melalui keterampilan Nikko Bori.
Produk-produk tersebut menggabungkan “sandaran sumpit dan tatakan gelas” atau “dudukan ponsel cerdas dan tatakan gelas” menjadi satu struktur, sehingga langsung memperjelas bagaimana setiap bagian dimaksudkan untuk digunakan. Produk-produk tersebut dirancang agar berfungsi sama baiknya sebagai suvenir perjalanan atau sebagai barang rumah tangga sehari-hari.
Ikhtisar Produk

[Nama Produk] Nikko in
[Ikhtisar] Set “Sandaran Sumpit dan Tatakan Gelas” atau “Dudukan Ponsel Cerdas dan Tatakan Gelas”
Satu sisi bagian terpisah untuk berfungsi sebagai sandaran sumpit atau dudukan ponsel cerdas.
[Ukuran] 9 cm × 9 cm × 1,5 cm
[Bahan] Kayu
[Finishing] Ukiran Nikko Bori + cat berwarna
[Harga] ¥2.500 (termasuk pajak)
Tempat Membeli (Uji Pemasaran — Jumlah Terbatas)
[Tempat] Michinoeki Nikko Nikkokaido Nikonico Honjin – Nikonico Marché
Alamat: 719-1 Imaichi, Kota Nikko, Tochigi
[Periode Penjualan] 12 Maret (Kamis) hingga 18 Maret (Rabu), 2026
[Jumlah] Sekitar 10 dari setiap jenis, 20 total (persediaan terbatas)
Pameran Kerajinan Tradisional Kota Nikko di TIC TOKYO
Selain Nikko Bori, Kota Nikko juga merupakan rumah bagi berbagai kerajinan tradisional termasuk “Nikko Geta” (sandal kayu) dan “Dupa Cedar.” Pameran khusus diadakan di TIC TOKYO untuk meningkatkan kesadaran yang lebih luas tentang kerajinan ini.
Detail Acara
[Tanggal & Waktu] Kamis, 19 Maret 2026, 11:00 hingga 17:00
[Tempat] TIC TOKYO (di depan Marunouchi Trust Tower North, 1-8-1 Marunouchi, Chiyoda, Tokyo)
[Akses]
- 1 menit berjalan kaki dari Pintu Keluar Nihonbashi Stasiun JR Tokyo
- 1 menit berjalan kaki dari Pintu Keluar B9b Stasiun Subway Otemachi
[Tiket Masuk] Gratis
Kerajinan yang Dipamerkan dan Dijual

Nikko Bori: Teknik Ukiran yang Berakar pada Pemugaran Nikko Toshogu
Nikko Bori diyakini berasal ketika para ahli pengrajin yang dipanggil dari seluruh Jepang untuk mengerjakan pemugaran Kuil Nikko Toshogu menciptakan karya di waktu luang mereka. Setelah pemugaran selesai, keterampilan mereka diturunkan, dan kerajinan tersebut akhirnya berkembang menjadi suvenir yang dijual kepada peziarah yang mengunjungi kuil dan wihara, yang menjadi dasar dari Nikko Bori saat ini.
Ciri khasnya adalah penggunaan mata pisau segitiga khas yang disebut “hikkaki,” yang menghasilkan lekukan maskulin yang terukir dalam di samping garis-garis halus setipis sehelai rambut — ciri khas keterampilan Nikko Bori.

Nikko Geta: Berakar pada Alas Kaki Pendeta dan Biksu
Selama periode Edo, pendeta Shinto dan biksu Buddha di Nikko mengenakan sandal kayu yang dibuat khusus yang disebut “gomen geta” sebagai alas kaki formal. Ini kemudian diadaptasi menjadi bentuk yang lebih praktis, dan pada pertengahan era Meiji, Nikko Geta telah menyebar luas ke masyarakat umum. Dibuat dengan alas kayu dan sol kulit bambu anyaman yang digabungkan menjadi satu bagian, sandal ini sejuk di musim panas dan hangat di musim dingin, menjadikannya sangat fungsional.

Dupa Cedar Imaichi: Industri Tradisional yang Diturunkan Sejak Periode Edo
Dupa Cedar Imaichi dikatakan dimulai pada tahun 1864, ketika Shigeshichi Adachi pertama kali mulai memproduksi dupa daun cedar. Iklim Nikko yang hujan sangat cocok untuk budidaya cedar, dan daerah tersebut telah lama mempertahankan hutan cedar yang dikelola, memastikan pasokan bahan mentah yang melimpah. Dupa, yang terbuat dari daun cedar yang digiling halus, membawa aroma cedar yang halus dan khas serta dikenal karena keanggunan pembakarannya.