Asakusa, Kuramae, Oshiage × Festival & Acara Tur

Temukan pengalaman Festival & Acara yang menakjubkan di areas.Asakusa, Kuramae, Oshiage

Menampilkan 2 pengalaman
Festival Kembang Api Sungai Sumida

Festival Kembang Api Sungai Sumida

◆ Pengantar Acara Festival Kembang Api Sungai Sumida (Sumidagawa Hanabi Taikai) adalah salah satu acara musim panas yang paling ikonik dan dicintai di Tokyo, dan salah satu festival kembang api tertua di Jepang dengan catatan sejarah. Diadakan setiap tahun di sepanjang tepi Sungai Sumida di daerah Asakusa dan Mukojima, pertunjukan kembang api spektakuler ini menarik hampir satu juta pengunjung setiap tahun. Sekitar 20.000 kembang api menerangi langit malam Tokyo dari dua lokasi peluncuran di sepanjang sungai, menciptakan panorama menakjubkan yang telah memikat penonton selama berabad-abad. ◆ Latar Belakang Sejarah Asal usul Festival Kembang Api Sungai Sumida dapat ditelusuri kembali ke tahun 1733 (Kyoho 18) selama periode Edo. Pada tahun 1732, Jepang dilanda kelaparan parah yang merenggut banyak nyawa, diperparah oleh epidemi yang meluas. Untuk menghibur jiwa-jiwa yang meninggal dan untuk menangkal roh-roh jahat, shogun Tokugawa kedelapan, Yoshimune, mengadakan festival dewa air (Suijinsai) di sepanjang tepi Okawa (nama historis untuk Sungai Sumida). Restoran di dekat Jembatan Ryogoku diberikan izin untuk menyalakan kembang api selama upacara pembukaan sungai (Kawabiraki), dan ini menjadi asal mula dari apa yang dikenal sebagai tradisi kembang api “Ryogoku Kawabiraki”. Selama lebih dari dua abad, kembang api Ryogoku tetap menjadi tradisi musim panas yang berharga, sangat terkait dengan budaya Edo. Persaingan terkenal antara dua pembuat kembang api legendaris, Kagiya dan Tamaya, menjadi bagian penting dari sejarah ini. Namun, acara tersebut ditangguhkan karena kondisi lalu lintas yang memburuk dan faktor-faktor lain, yang menyebabkan jeda dari tahun 1962 dan seterusnya. Pada tahun 1978, festival ini dihidupkan kembali dengan nama saat ini, “Festival Kembang Api Sungai Sumida.” Lokasi peluncuran dipindahkan lebih jauh ke hulu, dan tempat kedua ditambahkan, memungkinkan lebih banyak penonton untuk menikmati pertunjukan tersebut. ◆ Detail Acara 📅 Tanggal: Akhir Juli setiap tahun (biasanya hari Sabtu terakhir bulan Juli) 🕖 Waktu: Kira-kira pukul 19:00 hingga 20:30 📍 Lokasi: Di sepanjang Sungai Sumida, di daerah Asakusa dan Mukojima di Tokyo (Distrik Taito dan Distrik Sumida) ◆ Lokasi Peluncuran 🎆 Tempat Pertama (Dai-ichi Kaijo) Terletak di antara Jembatan Sakurabashi dan Jembatan Kototoibashi di Sungai Sumida, Tempat Pertama terkenal dengan kompetisi kembang api (Hanabi Concours), di mana ahli piroteknik terbaik dari seluruh Jepang memamerkan kreasi terbaik mereka. Tempat ini menampilkan desain kembang api artistik dan inovatif yang menarik perhatian khusus dari para penggemar kembang api. 🎇 Tempat Kedua (Dai-ni Kaijo) Terletak di antara Jembatan Komagatabashi dan Jembatan Umayabashi, Tempat Kedua dikenal dengan tampilan starmine (kembang api beruntun cepat) yang kuat dan berskala besar. Ledakan warna dan cahaya yang terus menerus dari tempat ini menciptakan tontonan dramatis dan menakjubkan. ◆ Area Tampilan dan Akses 🚃 Untuk Tempat Pertama Stasiun terdekat termasuk Stasiun Asakusa (Jalur Tokyo Metro Ginza, Jalur Toei Asakusa, Jalur Tobu Skytree), Stasiun Oshiage (Jalur Tokyo Metro Hanzomon, Jalur Toei Asakusa, Jalur Keisei, Jalur Tobu Skytree), Stasiun Tokyo Skytree (Jalur Tobu Skytree), dan Stasiun Hikifune (Jalur Tobu Skytree). 🚃 Untuk Tempat Kedua Stasiun terdekat termasuk Stasiun Asakusa, Stasiun Kuramae (Jalur Toei Asakusa, Jalur Toei Oedo), Stasiun Ryogoku (Jalur JR Sobu, Jalur Toei Oedo), dan Stasiun Asakusabashi (Jalur JR Sobu, Jalur Toei Asakusa). ◆ Apa yang Membuat Festival Ini Istimewa 🏆 Kompetisi Kembang Api (Hanabi Concours) Tempat Pertama menyelenggarakan kompetisi kembang api bergengsi di mana ahli piroteknik terampil dari seluruh Jepang bersaing, menampilkan kembang api inovatif dan artistik. Ini adalah kesempatan unik untuk melihat seni kembang api mutakhir. 🌃 Latar Belakang Cakrawala Tokyo Kembang api meledak di atas Sungai Sumida dengan latar belakang Tokyo Skytree yang diterangi dan pemandangan kota Asakusa yang bersejarah, menciptakan pengalaman Tokyo yang unik. 🎎 Tradisi Berabad-abad Dengan akar yang membentang kembali ke tahun 1733, Festival Kembang Api Sungai Sumida adalah salah satu acara kembang api tertua dan paling signifikan secara historis di Jepang, yang mewujudkan semangat budaya musim panas periode Edo. ◆ Catatan Penting ⚠️ Halaman ini hanya untuk informasi acara. Untuk pertanyaan tentang festival, jangan ragu untuk menghubungi kami secara langsung. Harap dicatat bahwa ketersediaan akomodasi terdekat mungkin terbatas selama periode festival. ⚠️ Festival ini diadakan di daerah perkotaan; pengunjung menonton sambil berjalan di sepanjang rute satu arah yang ditentukan. Tidak ada area menonton tempat duduk di jalanan. Pergerakan lambat karena kerumunan yang ekstrem. Rencanakan kedatangan dan keberangkatan Anda jauh-jauh hari. ⚠️ Toko dan restoran di daerah tersebut sangat ramai, dan mengamankan area istirahat atau minuman mungkin sulit. Harap siapkan minuman dan perlengkapan pendingin Anda sendiri sebelumnya. ⚠️ Akhir Juli di Tokyo sangat panas dan lembap. Penyakit terkait panas sering terjadi selama acara, terutama saat mengenakan yukata atau mengonsumsi alkohol. Harap bawa banyak air, pelindung matahari, dan perlengkapan pendingin. ⚠️ Acara dapat ditunda atau dibatalkan karena cuaca buruk. Silakan periksa pengumuman resmi untuk pembaruan terbaru. ![](https://assets.hldycdn.com/b4709cb1-3a92-40cd-a378-1a8ede3cdd05.jpg)

Asakusa, Kuramae, Oshiage Festivals & Events Fireworks Seasonal Experience
Turnamen Sumo Agung Tokyo

Turnamen Sumo Agung Tokyo

◆ Pengantar Acara Turnamen Sumo Agung Tokyo (honbasho) adalah salah satu acara olahraga paling ikonis dan signifikan secara budaya di Jepang. Dari enam turnamen tahunan yang diadakan di seluruh Jepang, tiga di antaranya berlangsung di arena Ryogoku Kokugikan yang legendaris di distrik Sumida, Tokyo, menampilkan seni gulat sumo kuno pada level tertinggi. Setiap turnamen berlangsung selama 15 hari berturut-turut, menampilkan ratusan pertandingan dari divisi bawah di pagi hari hingga pertandingan divisi elit makuuchi di sore hari. Suasananya menggabungkan kompetisi atletik yang intens dengan ritual Shinto berusia berabad-abad, menjadikannya tontonan yang benar-benar unik. ◆ Latar Belakang Sejarah Sumo diyakini memiliki sejarah setidaknya 1.500 tahun di Jepang. Catatan kuno seperti Kojiki dan Nihon Shoki memuat mitos tentang pertandingan sumo antara para dewa. Selama periode Nara dan Heian (abad ke-8 hingga ke-12), sumo diadakan di istana kekaisaran sebagai bagian dari upacara resmi. Pada periode Edo (1603 hingga 1868), sumo berkembang menjadi bentuk hiburan urban yang dicintai oleh rakyat di Edo (sekarang Tokyo). Pegulat profesional mulai berorganisasi, dan banyak elemen ritual yang dapat dikenali saat ini, termasuk upacara memasuki ring, kostum tradisional wasit, dan pemurnian dengan melempar garam, ditetapkan selama era ini. Sistem saat ini yang terdiri dari enam turnamen tahunan (masing-masing berlangsung selama 15 hari) ditetapkan pada era pascaperang dan dikelola oleh Asosiasi Sumo Jepang. Tiga dari enam turnamen ini diadakan di Tokyo, dengan tiga turnamen lainnya diadakan di Osaka (Maret), Nagoya (Juli), dan Fukuoka (November). ◆ Jadwal Turnamen Tokyo 📅 Turnamen Januari (Hatsu Basho / Turnamen Tahun Baru) Diadakan selama 15 hari di pertengahan Januari, biasanya dimulai pada hari Minggu kedua bulan itu. Turnamen ini menandai dimulainya tahun kalender sumo dan merupakan salah satu acara yang paling dinanti. 📅 Turnamen Mei (Natsu Basho / Turnamen Musim Panas) Diadakan selama 15 hari di pertengahan Mei, biasanya dimulai pada hari Minggu kedua atau ketiga bulan itu. Turnamen musim panas menghadirkan kompetisi yang menarik saat para pegulat berusaha membangun momentum untuk tahun ini. 📅 Turnamen September (Aki Basho / Turnamen Musim Gugur) Diadakan selama 15 hari di pertengahan September, biasanya dimulai pada hari Minggu kedua bulan itu. Turnamen musim gugur adalah honbasho Tokyo terakhir tahun ini. ◆ Jadwal Harian Pertandingan dimulai pada larut pagi dengan pertandingan dari divisi bawah (jonokuchi, jonidan, sandanme, dan makushita). Pertandingan juryo (divisi tertinggi kedua) berlangsung di tengah sore, diikuti oleh pertandingan makuuchi (divisi teratas) yang sangat dinanti di sore hari. Pertandingan terakhir hari itu, yang dikenal sebagai musubi no ichiban, biasanya berakhir sekitar pukul 18:00. Hari terakhir setiap turnamen, yang disebut senshuraku, adalah kesimpulan klimaks di mana juara turnamen (yusho) diputuskan dan dianugerahi Piala Kaisar yang bergengsi bersama dengan berbagai hadiah dan trofi lainnya. ◆ Tempat: Ryogoku Kokugikan 📍 Lokasi: 1-3-28 Yokoami, Sumida, Tokyo 🚃 Akses: 1 menit berjalan kaki dari Stasiun JR Ryogoku (Pintu Keluar Barat), atau 5 menit berjalan kaki dari Stasiun Toei Oedo Line Ryogoku (Pintu Keluar A3) Ryogoku Kokugikan, sering disebut Kokugikan (“Aula Olahraga Nasional”), adalah rumah spiritual sumo profesional. Arena dalam ruangan yang ikonis ini menampung lebih dari 10.000 penonton dan menampilkan dohyo (ring tanah liat) suci di tengahnya, dimahkotai oleh atap seperti kuil yang digantung (tsuriyane) yang melambangkan hubungan mendalam sumo dengan tradisi Shinto. Pilihan tempat duduk termasuk masu-seki tradisional (tempat duduk kotak) di dekat ring, tempat penonton duduk di atas bantal di kompartemen bergaya tatami yang intim, serta kursi di tingkat atas yang menawarkan pemandangan panorama arena. ◆ Apa yang Membuat Sumo Istimewa 🎌 Ritual Sakral Setiap aspek sumo sarat dengan tradisi Shinto. Pegulat melempar garam untuk memurnikan ring sebelum setiap pertandingan, melakukan hentakan seremonial (shiko) untuk mengusir roh jahat, dan berpartisipasi dalam upacara memasuki ring yang rumit (dohyo-iri). Upacara memasuki ring yokozuna (juara agung) adalah tampilan tradisi dan kekuatan yang sangat menakjubkan. 💪 Peringkat Pegulat sumo (rikishi) diberi peringkat dalam sistem hierarkis yang disebut banzuke. Puncak sumo adalah peringkat yokozuna, juara agung, gelar yang membawa prestise dan tanggung jawab yang sangat besar. Pegulat tinggal dan berlatih di kandang pelatihan komunal (heya), yang banyak di antaranya terletak di lingkungan Ryogoku. 🍲 Budaya Sumo di Ryogoku Area Ryogoku di sekitar Kokugikan kaya akan warisan sumo. Pengunjung dapat menjelajahi restoran chanko-nabe yang menyajikan rebusan hot pot yang lezat yang merupakan makanan pokok pegulat sumo, mengunjungi Museum Sumo di dalam arena, dan melihat rikishi berjalan melalui jalan-jalan lingkungan dengan pakaian tradisional mereka. ◆ Catatan Penting ⚠️ Halaman ini hanya untuk informasi acara. Untuk pertanyaan tentang turnamen, jangan ragu untuk menghubungi kami secara langsung. ⚠️ Arena bisa menjadi sangat ramai selama turnamen, terutama pada akhir pekan dan hari-hari terakhir. Rencanakan kunjungan Anda jauh-jauh hari. ⚠️ Aturan fotografi mungkin berlaku di dalam arena. Harap ikuti panduan tempat mengenai kamera dan perangkat perekam. ⚠️ Area Ryogoku menawarkan banyak pilihan tempat makan, tetapi restoran chanko-nabe yang populer dapat terisi dengan cepat selama periode turnamen. ![](https://assets.hldycdn.com/f779a839-425a-4641-97e6-1ea33b0bf7a3.jpg)

Asakusa, Kuramae, Oshiage Festivals & Events Japanese Culture