Kuil Kakuonji di Kamakura Hadirkan Spot Foto "Payung Hujan Bahagia" dengan Wagasa Berhias Lampu

Diterbitkan: 24 April 2026
Kuil Kakuonji di Kamakura Hadirkan Spot Foto "Payung Hujan Bahagia" dengan Wagasa Berhias Lampu

Kuil Kamakura yang Tenang dengan Spot Foto Musiman

Kuil Kakuonji (覚園寺), yang terletak di lingkungan Nikaido yang tenang di Kamakura, menyiapkan spot foto khusus sebagai bagian dari periode pra-kampanye Kampanye Destinasi Kanagawa/Yokohama. Pengunjung dapat menemukan pajangan wagasa (payung kertas) tradisional Jepang yang diterangi cahaya, yang dikenal sebagai "Payung Hujan Bahagia" (幸せの雨傘).

Area Kuil Kakuonji

Kakuonji memiliki akar sejarah yang dalam: kuil ini awalnya didirikan pada tahun 1218 sebagai Okura Yakushido, sebuah aula yang didedikasikan untuk Yakushi Nyorai (Buddha Pengobatan), yang dibangun atas dasar keyakinan Hojo Yoshitoki. Pada tahun 1296, Hojo Sadatoki memperluasnya menjadi kuil penuh—yang dinamai "Kakuonji"—sebagai tempat belajar untuk empat tradisi Buddhis, yaitu Shingon, Tendai, Zen, dan Jodo.

Menjelajahi Area Kuil

Jalan setapak di area kuil

Tersembunyi di ujung jalan perumahan yang sunyi, area kuil ini terdiri dari lima bangunan. Berjalan di sepanjang jalan utama yang dikelilingi oleh tanaman hijau yang subur, pengunjung akan sampai di Yakushido (Aula Yakushi), yang menyimpan berbagai patung Buddha. Langit-langit di atasnya menampilkan lukisan naga, yang menjaga suasana aula sejak rekonstruksinya pada tahun 1354.

Spot foto wagasa di Kakuonji

Spot foto wagasa ditempatkan di dalam latar yang kaya akan sejarah dan keindahan alam ini, menangkap suasana khas Kamakura di kuil tersebut.

Ramalan Kertas Payung dan Pameran Khusus

Ramalan kertas payung Kasa-mikuji

Bersamaan dengan spot foto tersebut, kuil ini juga menawarkan ramalan kertas berbentuk payung (kasa-mikuji). Konsep di balik pajangan ini adalah undangan untuk berkunjung kapan pun Anda merasa gelisah dan pulang dengan semangat yang lebih positif dan ceria.

Selama periode kampanye DC, kuil ini juga memamerkan patung muda Buddha Shakyamuni hingga 30 April. Biasanya hanya diperlihatkan pada tanggal 8 April (hari kelahiran Buddha), patung kecil ini diletakkan di aula yang didekorasi dengan bunga di mana pengunjung dapat menuangkan teh manis (amazake) sebagai bentuk ibadah.

Patung muda Buddha Shakyamuni

Selain itu, Properti Budaya Penting yang ditetapkan secara nasional, "Kaisanto" (makam kepala pendeta pertama), akan dibuka secara khusus untuk umum selama sekitar satu minggu mulai tanggal 27 April, sebagaimana tradisi setiap tahunnya.

Informasi Kunjungan

Periode Spot Foto: 1 April – 30 Juni 2026
Jam Operasional: 10:00 – 16:00 (masuk terakhir pukul 15:40)
Tiket Masuk: Dewasa ¥500 / Siswa SD dan SMP ¥200 per orang