Museum Nasional Alam dan Sains Memamerkan Lapis Lazuli Pertama yang Terkonfirmasi di Jepang dalam Pameran NEWS Baru

Diterbitkan: 14 Juli 2026
Museum Nasional Alam dan Sains Memamerkan Lapis Lazuli Pertama yang Terkonfirmasi di Jepang dalam Pameran NEWS Baru

Museum Nasional Alam dan Sains (Direktur Jenderal: Makoto Manabe) mengadakan pameran NEWS bertajuk "Lapis Lazuli Pertama yang Terkonfirmasi di Jepang," mulai 14 Juli (Selasa) hingga 6 September (Minggu) 2026.

Pada Februari 2026, pihak museum mengumumkan dalam siaran pers berjudul "Lapis Lazuli Pertama Jepang Terkonfirmasi di Itoigawa, Prefektur Niigata," bahwa lapis lazuli telah terkonfirmasi ditemukan secara alami di Jepang untuk pertama kalinya, yang ditemukan di Kota Itoigawa, Prefektur Niigata.

https://www.haveagood-holiday.com/en/articles/japan-first-lapis-lazuli-discovery-itoigawa

Pengumuman tersebut diliput oleh berbagai media, dan sejak saat itu lebih dari sepuluh sampel lapis lazuli tambahan telah ditemukan oleh masyarakat yang melihat liputan tersebut.

Pameran NEWS ini memamerkan spesimen asli dari lapis lazuli pertama yang ditemukan di Jepang bersama dengan spesimen terkenal dari Afghanistan, sehingga pengunjung dapat membandingkan keduanya. Pameran ini juga menjelaskan perbedaan antara kedua spesimen yang terungkap melalui analisis komposisi kimia.

Permukaan yang dipotong dan dipoles dari spesimen lapis lazuli Itoigawa

Detail Pameran

Periode: 14 Juli (Selasa) hingga 6 September (Minggu) 2026

Lokasi: Museum Nasional Alam dan Sains (7-20 Taman Ueno, Taito-ku, Tokyo), Galeri Jepang, Lorong Lantai 3

Gambaran Umum Pameran

Spesimen lapis lazuli ini dikumpulkan di Kota Itoigawa, Prefektur Niigata, oleh dua individu yang telah mengumpulkan batu-batu lokal—terutama jadeit—sebagai hobi selama bertahun-tahun. Setelah kedua kolektor tersebut meninggal dunia, batu-batu koleksi mereka diperoleh secara kolektif oleh Kotaki Bussan (Perwakilan: Kanako Ito), sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jadeit dan material serupa. Karena koleksi tersebut mencakup beberapa batu berwarna biru, Museum Nasional Alam dan Sains melakukan analisis komposisi kimia dan difraksi sinar-X, yang mengonfirmasi bahwa batu-batu tersebut adalah lapis lazuli.

Pameran ini menampilkan spesimen asli dari lapis lazuli pertama yang ditemukan di Jepang bersama dengan spesimen terkenal dari Afghanistan untuk perbandingan, serta menjelaskan perbedaan antara keduanya yang terungkap melalui analisis komposisi kimia.

Spesimen kedua lapis lazuli dari Itoigawa

Lapis lazuli dari Afghanistan