Sebuah kebun teh yang terletak di pegunungan Nakagane-cho, Kota Okazaki, Prefektur Aichi mengadakan acara memetik teh musim semi. Tsubame to Chatake (Walet dan Kebun Teh), yang dipimpin oleh Sayaka Ishizuka, mempraktikkan metode pertanian alami dan mengundang peserta untuk memanen daun teh yang segar dengan latar belakang satoyama (pedesaan Jepang) yang indah.
Acara ini berakar pada kisah kebangkitan pertanian — tanah yang dulunya merupakan lahan pertanian terlantar yang dihidupkan kembali — dan bertujuan untuk menawarkan pengunjung pengalaman nostalgia dan luar biasa melalui kegiatan memetik teh.
Menghidupkan Kembali Kebun Teh yang Terlantar — Kembalinya Petani Generasi Ketiga
Sekitar 35 menit dengan mobil dari Kastil Okazaki, tempat kelahiran Tokugawa Ieyasu, kebun teh di Nakagane-cho telah diwariskan selama kurang lebih 150 tahun. Pada tahun 2020, usia generasi sebelumnya membuat pertanian tidak mungkin dilanjutkan, dan tanah tersebut menjadi lahan pertanian yang terlantar. Petani generasi ketiga, Sayaka Ishizuka kemudian mengambil tantangan untuk memulihkannya.

Melalui inisiatif akar rumput yang disebut “Farming Friday” — upaya sukarela memotong rumput setiap hari Jumat yang dipromosikan di media sosial — ia mengumpulkan pendukung dari dalam dan luar komunitas. Berkat upaya kolektif ini, kebun teh telah dipulihkan sepenuhnya dan panen dapat dilakukan kembali.
Pertanian Alami Tanpa Pestisida
Peternakan ini mempraktikkan “budidaya mulsa” (sōsei saibai), menanam teh tanpa herbisida, pupuk kimia, atau pestisida. Tumbuhan liar tumbuh di bawah kaki sementara mikroorganisme memelihara tanah, memungkinkan pohon teh menyerap nutrisi sendiri.
Teh yang tumbuh di lingkungan ini dikenal karena rasanya yang bersih dan jernih dengan sedikit rasa sepat — karakteristik yang menonjol bahkan dalam persiapan cold-brew. Metode pertanian ini juga berkontribusi pada pelestarian ekosistem satoyama, termasuk menjaga kesehatan tanah dan mengurangi dampak pada saluran air setempat.
Pengalaman Nostalgia dan Langsung di Satoyama

Selama acara, peserta memetik daun teh dengan tangan dan menikmati waktu yang dihabiskan di alam. Mencerminkan festival panen 100 tahun yang lalu — ketika panen teh merupakan acara perayaan — kimono katun dalam ukuran dewasa dan anak-anak tersedia untuk disewa.
Di samping kebun teh berdiri sebuah rumah pertanian tua dari era yang sama. Menghabiskan waktu di tengah pemandangan, udara, dan tanah ladang memberikan hari nostalgia yang tidak seperti kehidupan sehari-hari. Setiap kunjungan dan pembelian produk juga berkontribusi pada pemeliharaan kebun teh dan keberlanjutan masyarakat setempat.
Untuk Siapa Acara Ini
- Mereka yang mencari waktu di lingkungan satoyama yang damai
- Mereka yang tertarik dengan makanan dan pertanian
- Mereka yang ingin terhubung dengan lembut dengan masyarakat setempat
Detail Acara
Nama Acara: Pengalaman Memetik Teh Musim Semi Tsubame to Chatake
Tanggal:
- Sabtu, 2 Mei 2026 dan Minggu, 3 Mei 2026 (acara tambahan juga direncanakan pada akhir Juni)
- Sesi pagi: 10:30 / Sesi siang: 13:30
- Hujan ringan: acara tetap berlangsung sesuai jadwal
Lokasi: 72 Morito-kamigakami, Nakagane-cho, Kota Okazaki, Prefektur Aichi
Aktivitas: Memetik teh di kebun teh bebas pestisida, tur berpemandu ke kebun teh budidaya mulsa, mencicipi tempura teh segar, mencicipi teh, dan banyak lagi
Biaya: ¥3.000 (termasuk pajak) / Gratis untuk siswa sekolah menengah atas dan di bawahnya
Kapasitas: 30 peserta per sesi (siapa cepat dia dapat)
Reservasi: Pemesanan di muka melalui toko online: https://tsubameto.stores.jp/