Barang ritual kuil tradisional telah menerima peningkatan modern dengan diperkenalkannya wadah suci yang tidak mudah pecah. Inovasi “Warenai Shingu” (Barang Ritual Kuil yang Tidak Mudah Pecah) telah dianugerahi Good Design Award 2025 atas kombinasi unik antara estetika tradisional dan durabilitas kontemporer.
Material Baru untuk Tradisi Sakral
Barang-barang ini mempertahankan desain tradisional dari set ritual kuil 7 bagian klasik sambil merampingkan detail dan menekankan tekstur tembikar matte tanpa glasir. Segala sesuatu mulai dari penggunaan hingga berat, ukuran, dan bentuk tetap tidak berubah dibandingkan dengan barang ritual konvensional, dengan hanya satu fitur yang ditambahkan: barang-barang ini tidak akan pecah saat terjatuh.

Desainnya menampilkan tepi yang lembut dan membulat di seluruh bagian, menambahkan kesan kelembutan dan perhatian pada barang-barang sakral.

Dengan hanya mempertahankan bentuk-bentuk esensial dan mengadopsi desain yang sangat sederhana, barang-barang ini melengkapi gaya kuil modern dan tradisional.
Tradisional Bertemu Modern
Saat dipegang, tekstur dan beratnya mengingatkan pada nuansa familiar tembikar tanpa glasir. Berdasarkan bentuk yang telah diturunkan selama ratusan tahun, detail yang tidak perlu telah dihilangkan dengan hati-hati untuk menciptakan bentuk yang pas secara alami ke dalam kehidupan kontemporer.
Permukaan matte tanpa glasir menghadirkan ketenangan lembut ke ruang mana pun, berpadu mulus dengan kuil modern dan tradisional.

Pada pandangan pertama, orang mungkin mengira ini adalah barang keramik karena berat dan teksturnya. Permukaan non-glossy juga merupakan pilihan desain yang tidak biasa untuk barang ritual kuil.

Permukaan non-reflektif tidak memantulkan cahaya dengan kuat, mempertahankan penampilan yang tenang di mana pun ditempatkan.
Fusi Keramik dan Resin
Untuk mencapai kehangatan tembikar tanpa glasir dan ketahanan terhadap kerusakan, barang-barang ini menggunakan material eksklusif yang disebut “CERA-SOLID” yang menggabungkan bubuk keramik dengan resin yang sangat fleksibel. Barang-barang ini tahan terhadap kerusakan bahkan saat dijatuhkan dari ketinggian beberapa meter ke lantai atau beton, memberikan ketenangan pikiran untuk penggunaan sehari-hari.
Permukaannya menampilkan tekstur matte lembut yang menerima cahaya dengan lembut, menciptakan kualitas seperti tembikar nostalgia dalam penampilan dan sentuhan.

Bubuk keramik menyatu ke dalam material resin tahan pecah untuk menciptakan tekstur tembikar tanpa glasir.
Keahlian Jepang dengan Material Baru
Sambil mengadopsi material baru, semua produksi dilakukan di Jepang. Setiap barang dipoles dengan hati-hati dengan tangan, menanamkan tekstur permukaan dan kehadiran dengan kehangatan kerajinan tangan.
Dengan menghubungkan keindahan barang ritual tradisional dengan ketenangan pikiran yang dibutuhkan dalam kehidupan modern, barang-barang ini dengan lembut menemani doa sehari-hari. Bahkan barang ritual kecil pun membawa niat yang bijaksana ini.

Tangan manusia dengan hati-hati memoles permukaan untuk menciptakan tekstur yang halus dan lembut. Meskipun padat karya, ini adalah proses yang penting.
Pengakuan Good Design Award 2025
Barang Ritual Kuil yang Tidak Mudah Pecah menerima Good Design Award 2025, dengan pengakuan khusus untuk “menghilangkan kecemasan sehari-hari.”
Komentar Penghargaan (Kutipan)
“Barang ritual ditangani setiap hari tetapi sering dipasang di ketinggian, menciptakan kekhawatiran tentang kerusakan dan cedera. Produk ini mempertahankan tekstur dan berat tembikar sambil menawarkan keamanan terhadap jatuh. Mengurangi kekhawatiran tentang kerusakan juga mengurangi beban psikologis dan kekhawatiran tentang pertanda buruk dari barang yang rusak. Tekstur matte tidak menonjol di ruang, secara alami menyatu dengan kuil dan lingkungan interior. Mengikuti desain dan dimensi tradisional sambil meminimalkan dekorasi menciptakan bentuk lembut yang selaras dari kuil formal hingga ruang hidup modern. Sifat tahan pecah juga berkontribusi pada pengurangan limbah dan bahan kemasan, membantu menurunkan dampak lingkungan. Realisasi persembahan tanpa khawatir dan sikap terhadap kelanjutan budaya kuil dalam kehidupan kontemporer layak mendapat pujian yang tinggi.”

Tanda gerbang torii kecil muncul di bagian belakang. Menambahkan detail halus seperti itu adalah keuntungan dari material resin.

Set ritual kuil 7 bagian tradisional telah dibuat ulang seluruhnya dalam material yang tidak mudah pecah.
Spesifikasi Produk
Material Utama:
Resin khusus komposit keramik “CERA-SOLID”
Dimensi Produk:
- Tatakan Sakaki: Kira-kira 55mm L x 55mm D x 108mm T
- Botol (Heishi): Kira-kira 48mm L x 48mm D x 88mm T (termasuk tutup)
- Wadah air (Mizutama): Kira-kira 52mm L x 52mm D x 58mm T (termasuk tutup)
- Piring (Sara): Kira-kira 64mm L x 64mm D x 14mm T
- Buatan Jepang
Isi Set:
- Tatakan Sakaki x 2
- Botol (Heishi) x 2
- Wadah air (Mizutama) x 1
- Piring (Sara) x 2
- Lembar instruksi x 1
Halaman Produk:
https://www.kamisama-to-ouchi.net/items/111845759
Tentang “Kamisama to Ouchi” (Aksesori Kuil Modern & Barang Menguntungkan)
“Agar tradisi dan budaya kuno ‘kamidana’ (kuil rumah) dapat terus berlanjut selamanya…”
Dengan pemikiran ini, kami mendekati penyebaran kuil dan barang-barang menguntungkan dari perspektif baru, memadukan tradisi dengan inovasi.
- Situs web resmi: https://www.kamisama-to-ouchi.com
- Toko resmi: https://www.kamisama-to-ouchi.net
- Toko Rakuten: https://www.rakuten.co.jp/kamisama-to-ouchi-r/
- Instagram: https://www.instagram.com/kamisama_to_ouchi
- Facebook: https://www.facebook.com/KamisamaToOuchi