Festival Jidai Kyoto: Kembali ke Masa Lalu! - Image 1
Gion/Higashiyama (Kiyomizu-dera, Yasaka, Heian) Festivals & Events

Festival Jidai Kyoto: Kembali ke Masa Lalu!

Jaminan Harga Terbaik
Istana Kekaisaran Kyoto ke Kuil Heian Jingu, Kyoto

◆ Pengantar Acara
Festival Jidai (Festival Zaman) adalah salah satu dari tiga festival besar Kyoto, bersama dengan Aoi Matsuri dan Gion Matsuri. Diadakan setiap tahun pada tanggal 22 Oktober, prosesi kostum sejarah yang spektakuler ini menghadirkan sekitar 2.000 peserta yang mengenakan pakaian otentik dari berbagai periode, yang mencakup lebih dari 1.000 tahun sejarah Jepang. Prosesi itu sendiri membentang sekitar 2 kilometer, sementara rute dari Istana Kekaisaran Kyoto ke Kuil Heian Jingu mencakup jarak sekitar 4,5 kilometer. Setiap tahun, festival ini menarik lebih dari 100.000 penonton dari Jepang dan seluruh dunia.

◆ Latar Belakang Sejarah
Festival Jidai pertama kali diadakan pada tahun 1895 untuk merayakan peringatan 1.100 tahun pemindahan ibu kota ke Heian-kyo (Kyoto saat ini) oleh Kaisar Kanmu pada tahun 794. Pada tahun yang sama, Kuil Heian Jingu didirikan di daerah Okazaki sebagai dedikasi kepada Kaisar Kanmu, dan Pameran Industri Nasional Keempat diadakan di Kyoto untuk mengembalikan vitalitas ke kota setelah relokasi efektif ibu kota ke Tokyo. Festival ini diciptakan sebagai acara peringatan besar, dengan prosesi kostum sejarah pertama berlangsung pada musim gugur tahun itu. Tanggal 22 Oktober dipilih sebagai tanggal festival karena dianggap sebagai hari Kaisar Kanmu secara resmi memasuki ibu kota baru Heian-kyo, menjadikannya, pada dasarnya, hari ulang tahun Kyoto.

◆ Prosesi Kostum Sejarah (Jidai Gyoretsu)
Sorotan dari Festival Jidai adalah Jidai Gyoretsu, sebuah prosesi kostum sejarah yang rumit yang menelusuri sejarah Jepang mundur melalui waktu. Mulai dari era Restorasi Meiji dan kembali ke periode Enryaku (akhir abad ke-8), prosesi ini menampilkan kostum, gaya rambut, senjata, dan benda-benda seremonial yang dibuat ulang dengan cermat yang mewakili setiap era.

Prosesi dimulai dengan periode Restorasi Meiji, menampilkan tokoh-tokoh seperti samurai loyalis dan negarawan dalam pakaian tradisional dan gaya Barat. Saat parade berlanjut, Anda akan melihat samurai dari periode Edo, Azuchi-Momoyama, Muromachi, dan Kamakura dalam baju besi dan helm khas mereka. Tokoh-tokoh istana bangsawan dari periode Fujiwara dan Heian muncul dalam jubah berlapis yang indah (junihitoe), disertai dengan kereta yang ditarik lembu dan artefak budaya istana klasik lainnya.

Tokoh-tokoh sejarah terkenal dihidupkan kembali dalam prosesi, termasuk Oda Nobunaga, Toyotomi Hideyoshi, Saigo Takamori, dan tokoh sastra seperti Murasaki Shikibu dan Sei Shonagon. Tetapi prosesi ini tidak terbatas pada yang terkenal; itu juga menampilkan orang-orang biasa dari Kyoto kuno, termasuk pedagang, penduduk kota, dan wanita pekerja seperti Ohara-me (wanita dari Ohara) dan Shirakawa-me (wanita dari Shirakawa).

Sekitar 12.000 item, termasuk kostum, baju besi, dan aksesori, digunakan dalam prosesi, semuanya dibuat ulang dengan perhatian yang cermat terhadap akurasi sejarah menggunakan keahlian tradisional Kyoto. Inilah sebabnya mengapa Festival Jidai sering digambarkan sebagai “museum berjalan” sejarah Jepang.

◆ Prosesi Sakral (Shinko-retsu)
Mengikuti kelompok kostum sejarah, prosesi sakral (Shinko-retsu) membentuk jantung spiritual festival. Dua kuil portabel yang disebut Go-horen membawa roh Kaisar Kanmu dan Kaisar Komei, kaisar pertama dan terakhir yang memerintah dari Kyoto. Bahkan, seluruh prosesi sejarah berfungsi sebagai pengawal untuk tandu suci ini saat mereka melakukan perjalanan kembali ke Kuil Heian Jingu.

◆ Detail Acara
📅 Tanggal: 22 Oktober setiap tahun (acara berlangsung dalam hujan ringan; jika cuaca buruk, dapat ditunda hingga hari berikutnya atau dibatalkan)
📍 Rute: Dari Istana Kekaisaran Kyoto (Gerbang Kenreimon) ke Kuil Heian Jingu
🕐 Jadwal (perkiraan; waktu sebenarnya dapat sedikit berbeda setiap tahun):

  • Sekitar pukul 12:00 - Prosesi berangkat dari Istana Kekaisaran Kyoto
  • Sekitar pukul 12:50 - Melewati persimpangan Karasuma-Oike
  • Sekitar pukul 13:20 - Melewati Kawaramachi-Oike
  • Sekitar pukul 13:40 - Melintasi Jembatan Sanjo di atas Sungai Kamo
  • Sekitar pukul 14:30 - Bagian depan prosesi tiba di Kuil Heian Jingu
  • Waktu di atas adalah perkiraan kasar berdasarkan tahun-tahun sebelumnya dan tidak tetap. Silakan periksa pengumuman resmi untuk jadwal terbaru.

◆ Titik Pandang Utama
🏯 Taman Istana Kekaisaran Kyoto
Titik awal prosesi. Datanglah lebih awal untuk melihat para peserta berbaris dan prosesi memulai perjalanannya.

🏢 Jalan Oike (Karasuma-Oike ke Kawaramachi-Oike)
Jalan lebar yang menawarkan visibilitas yang sangat baik dari prosesi saat melewati pusat Kyoto.

⛩️ Pendekatan Kuil Heian Jingu (Jingu-michi)
Bentangan terakhir dari rute tersebut. Saksikan saat prosesi mendekati gerbang torii yang megah dan memasuki pelataran kuil.

◆ Catatan Penting
⚠️ Halaman ini hanya untuk informasi acara. Untuk pertanyaan tentang festival, jangan ragu untuk menghubungi kami secara langsung.
⚠️ Rute prosesi dan area sekitarnya bisa menjadi sangat ramai. Rencanakan transportasi dan akomodasi Anda jauh-jauh hari.
⚠️ Cuaca bulan Oktober di Kyoto bisa bervariasi. Bawalah pakaian dan perlengkapan hujan yang sesuai untuk berjaga-jaga.
⚠️ Acara berlangsung dalam hujan ringan. Jika terjadi cuaca buruk (seperti peringatan badai), acara dapat ditunda hingga hari berikutnya. Jika cuaca buruk berlanjut, acara dapat dibatalkan. Silakan periksa pengumuman resmi untuk pembaruan terbaru.

Ada pertanyaan? Yuk, chat di Instagram!

Kirim DM ke kami dan kami akan membantu merencanakan pengalaman sempurna Anda.

Sorotan

  • Salah satu dari tiga festival besar Kyoto, diadakan setiap tahun sejak 1895 untuk merayakan pendirian ibu kota kuno
  • Sekitar 2.000 peserta dalam kostum yang akurat secara historis yang mencakup lebih dari 1.000 tahun sejarah Jepang
  • Prosesi menempuh jarak 4,5 km dari Istana Kekaisaran Kyoto ke Kuil Heian Jingu, sering disebut sebagai “museum berjalan”
  • Tokoh-tokoh terkenal seperti Oda Nobunaga, Murasaki Shikibu, dan Sei Shonagon dihidupkan kembali dalam parade
  • Sekitar 12.000 item yang dibuat ulang dengan cermat termasuk kostum, baju besi, dan aksesori menggunakan keahlian tradisional Kyoto