Risonare Nasu, resor agrowisata di dataran tinggi Nasu, Prefektur Tochigi, menghidupkan kembali acara brunch luar ruang populernya, "YATAI to FARM", untuk musim gugur 2026. Berlangsung pada 1–4 dan 7–9 September, pengalaman ini dibatasi untuk tiga grup per hari dan menempatkan tamu di meja di samping sawah milik resor saat bulir padi menguning menjelang panen bulan Oktober.
Apa itu "YATAI to FARM"?
Acara ini digagas sebagai variasi dari konsep "Farm to Table" yang sudah dikenal: alih-alih membawa bahan hasil panen ke ruang makan, ruang makannya justru dipindahkan ke pertanian. Seorang koki memasak di konter luar ruang (屋台) tepat di samping sawah, menyajikan setiap hidangan langsung dari panggangan. Para tamu duduk di kursi baris depan yang menghadap ke sawah dan pemandangan pegunungan yang mendefinisikan lanskap Nasu.
Risonare Nasu menggambarkan dirinya sebagai resor agrowisata pertama di Jepang — sebuah model keramahtamahan yang berakar pada tradisi agrowisata Italia, di mana aktivitas pertanian dan lanskap pedesaan menjadi pusat pengalaman tamu, bukan sekadar pelengkap. Acara "YATAI to FARM" membawa konsep tersebut langsung ke piring Anda.
Tiga Sorotan Pengalaman Ini
1. Memanen di Agri Garden

Brunch dimulai dengan tur "Agri Garden" (アグリガーデン), pertanian aktif milik resor yang menanam lebih dari 120 jenis sayuran dan rempah setiap tahunnya. Kebun ini beroperasi dengan model pertanian sirkular: sisa dapur dari hotel dikomposkan dan dikembalikan ke tanah. Para tamu akan mendengarkan penjelasan staf tentang bagaimana tanah dibangun dan dirawat sebelum turun langsung ke barisan tanaman untuk memetik sayuran musiman sendiri. Hubungan antara apa yang dicabut dari tanah dan apa yang tersaji di piring terasa langsung dan nyata.
2. Sayuran Panggang Arang dan "Riso Pilaf" Baru

Di konter luar ruang, koki memanggang sayuran yang baru dipetik di atas arang bersama dengan hasil bumi dataran tinggi musiman yang bersumber dari pertanian lokal Nasu. Hal baru untuk tahun 2026 adalah hidangan bernama "Riso Pilaf" (リゾピラフ) — nasi yang ditanam di sawah milik resor, dimasak perlahan dalam panci besi (羽釜) dengan jamur maitake dan kaldu hingga rasa kaldu meresap ke setiap butir nasi. Hasilnya adalah hidangan nasi yang gurih dan kaya rasa yang menurut pihak resor menangkap esensi musim gugur Nasu dalam satu mangkuk.
(Riso Pilaf adalah hidangan di mana nasi dimasak dalam kaldu, membiarkan umami dari bahan-bahan meresap hingga ke tengah setiap butir nasi.)
3. Pemandangan Langsung Sawah Keemasan

Tiga meja pribadi ditata di sepanjang tepi sawah seluas 8.500 meter persegi milik resor. Pada bulan September, bulir padi sudah berat dan siap untuk dipanen pada bulan Oktober. Panorama padi keemasan yang bergoyang dengan latar belakang pegunungan Nasu menawarkan suasana yang sulit diakses di luar komunitas pertanian. Udara musim gugur yang bersih dan pemandangan yang terbuka luas memberikan kualitas makan yang tenang dan tidak terburu-buru, kontras dengan suasana makan yang lebih sibuk.
Gambaran Umum Acara
Periode: 1–4 September dan 7–9 September 2026
Jam: 09.30 – 11.30
Lokasi: Sawah dan Agri Garden, Risonare Nasu (2301 Takaku Otomichishita, Nasu-machi, Nasu-gun, Tochigi)
Kapasitas: Maksimal 3 grup (total maksimal 12 tamu; maksimal 4 orang per grup)
Termasuk: Tur pertanian, pengalaman memetik sayuran, brunch
Harga (ditambahkan sebagai pelengkap pada sarapan dalam paket):
- Dewasa (12 tahun ke atas): ¥3.700
- Usia 7–11 tahun: ¥3.200
- Usia 4–6 tahun: ¥2.900
Reservasi: Diterima paling lambat 3 hari sebelumnya pukul 15.00 melalui situs resmi: https://hoshinoresorts.com/ja/hotels/risonarenasu/
Catatan: Jika cuaca buruk, pengalaman panen luar ruang akan dibatalkan dan makanan akan disajikan di restoran dalam ruangan sebagai gantinya.