DEPOT, sebuah bar dan kafe bernuansa nostalgia di lantai dasar kompleks perbelanjaan GranSta di Stasiun JR Tokyo, akan mengadakan rangkaian acara Beer Meister DAY setiap hari Senin dan Rabu sepanjang bulan Juli 2026. Khusus pada hari Rabu, acara ini akan menyoroti Edel Pils dari Sapporo Beer, bir pilsner super-premium yang diseduh secara eksklusif dengan hop aroma berkualitas tinggi dari Saaz, Republik Ceko. Para tamu dapat membandingkan enam gaya penuangan yang berbeda, masing-masing disajikan dalam gelas atau mug yang unik—beberapa di antaranya sudah tidak diproduksi lagi dan dikoleksi secara pribadi oleh Beer Meister Satoshi Hayashi.

Juru tuang reguler untuk acara ini adalah Kurumi Nanbu, yang bergabung dengan jajaran Beer Meister DAY pada bulan April tahun ini. Kecintaan Nanbu terhadap Edel Pils muncul setelah mencicipinya di sebuah beer hall, dan apresiasinya terhadap aroma yang kaya serta rasa yang mendalam membuatnya berinisiatif untuk mengadakan kolaborasi ini. Pada hari terakhir acara, Rabu, 29 Juli, Beer Meister ternama Satoshi Hayashi—yang memegang sertifikasi Beer Meister dari berbagai pabrik bir Jepang lebih banyak daripada siapa pun di negara ini—akan hadir sebagai juru tuang tamu.
Edel Pils tersedia dalam bentuk draf menggunakan keran ayun retro dan pendingin bir berbasis es di DEPOT.


Enam Gaya Penuangan
Ichi-doi (Penuangan Tunggal) — ¥1.080 (Mug era Showa yang sudah tidak diproduksi)

Dituang dengan kuat melalui keran retro untuk menghasilkan buih yang melimpah, metode ini mengeluarkan aroma hop Saaz yang berkualitas. Hasilnya terasa segar dan ringan—ideal sebagai minuman pertama.
Ni-doi (Penuangan Ganda) — ¥880 (Tumbler era Heisei yang sudah tidak diproduksi)

Setelah penuangan awal, lapisan buih lembut kedua—yang hanya bisa dihasilkan dengan keran retro—ditambahkan di atasnya. Rasa Edel Pils akan terasa sepenuhnya sementara teksturnya tetap halus, memperpanjang sensasi rasa yang menyenangkan.
San-doi (Penuangan Tiga Lapis) — ¥880 (Gelas asli Sapporo)

Berdasarkan metode gaya Jerman yang direkomendasikan oleh Sapporo Beer, penuangan ini menghasilkan buih lembut seperti soufflé dengan tingkat kepahitan yang menonjol.
Maestro — ¥1.080 (Mug era Reiwa yang sudah tidak diproduksi)
Terinspirasi oleh teknik penuangan Ceko yang diadaptasi dalam dua tahap, gaya ini mengacu pada teknik seorang juru tuang ahli di Bierreise 98, Shimbashi. Hasilnya adalah segelas bir yang seimbang dan menonjolkan rasa manis dari malt.
Penuangan Tajam (Sharp Pour) — ¥880 (Gelas tangkai ramping yang sudah tidak diproduksi)

Metode penuangan gaya Jepang yang paling lugas, cara ini mempertahankan karbonasi alami bir dan menghasilkan buih yang padat serta lembut.
Mirko — ¥600 (Gelas tangkai yang sudah tidak diproduksi)

Penuangan gaya Ceko yang hanya berisi buih. Buih yang dihasilkan oleh server retro ini memiliki kandungan cairan yang tinggi dan memberikan sentuhan intens dari aroma hop Edel Pils.
Tentang Satoshi Hayashi

Lahir pada tahun 1994 dan mantan karyawan toko pakaian, Hayashi menemukan kecintaannya pada bir setelah kunjungan ke sebuah bar meninggalkan kesan mendalam. Ia kemudian bekerja di lebih dari sepuluh kedai bir ternama untuk mengasah keterampilannya, hingga akhirnya menjadi satu dari sedikit orang di Jepang yang meraih sertifikasi Beer Meister dari setiap pabrik bir utama di Jepang. Ia juga telah berkolaborasi dengan tokoh-tokoh terkemuka di industri ini, dan tujuannya adalah membagikan keahliannya secara luas agar lebih banyak orang dapat menikmati segelas bir yang dituangkan dengan sempurna.
Detail Acara
Nama acara: Beer Meister DAY
Jadwal: Setiap Senin dan Rabu di bulan Juli 2026 (Kolaborasi Edel Pils pada hari Rabu)
Lokasi: DEPOT (デポ)
Bar & kafe nostalgia di sebelah gerbang jalur penghubung baru Marunouchi–Yaesu, lantai dasar 1, Stasiun Tokyo
1-9-1 Marunouchi, Chiyoda-ku, Tokyo 100-0005 — GranSta Tokyo (di luar gerbang tiket)
Jam operasional: 07:00–23:00
Catatan: Ketersediaan bir kriya terbatas dan mungkin habis sebelum jam tutup.