Menara Manusia yang Mencapai Langit — Tsugizishi (Tarian Singa Piramida Manusia Imabari) di Festival Musim Semi Imabari Mulai Pekan Emas

Diterbitkan: 1 Mei 2026
Menara Manusia yang Mencapai Langit — Tsugizishi (Tarian Singa Piramida Manusia Imabari) di Festival Musim Semi Imabari Mulai Pekan Emas

Di Kota Imabari, Prefektur Ehime, seni pertunjukan tradisional Tsugizishi (Tarian Singa Piramida Manusia Imabari) akan dipentaskan di festival-festival musim semi di seluruh kota, mulai Pekan Emas (Golden Week). Para penampil berdiri di atas bahu satu sama lain dalam formasi tiga atau empat tingkat, menjulang semakin tinggi ke arah langit — pemandangan yang langka di seluruh Jepang dan mengundang kekaguman dari siapa pun yang menyaksikannya. Tradisi ini telah diwariskan selama lebih dari 300 tahun sejak periode Edo dan ditetapkan sebagai properti budaya rakyat takbenda Prefektur Ehime, menjadikannya simbol musim semi yang dicintai di Imabari. Tahun ini, pertunjukan dijadwalkan secara berurutan di berbagai kuil di berbagai distrik mulai 3 Mei hingga akhir Mei.

Tsugizishi (Tarian Singa Piramida Manusia Imabari): Seni Tradisional yang Berakar di Masyarakat

Tsugizishi (Tarian Singa Piramida Manusia Imabari) adalah bentuk tarian singa khas yang unik dari Imabari, di mana para penampil memanjat satu sama lain dan seorang anak di puncak — yang dikenal sebagai "shishiko" — mengenakan topeng singa dan menari. Bentuk seni ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari festival musim semi di seluruh wilayah Imabari.

Asal-usulnya berawal dari pertengahan periode Edo, dan masyarakat setempat telah melestarikan serta mewariskannya dengan cermat selama lebih dari 300 tahun. Pada tahun 2000, seni ini ditetapkan sebagai properti budaya rakyat takbenda Prefektur Ehime, yang mencerminkan nilai budayanya yang tinggi.

Saat tabuhan drum bergema dan menara manusia semakin meninggi, pemandangan ini menjadi simbol ikonik kedatangan musim semi di Imabari — yang meninggalkan kesan mendalam bagi warga lokal maupun pengunjung.

Menara Keberanian dan Doa Setinggi 5 Meter

Beberapa daerah juga menampilkan Tsugizishi di atas perahu

Elemen paling dramatis dari Tsugizishi adalah tontonan tiga atau empat lapisan penampil yang saling bertumpuk, mencapai ketinggian sekitar 5 meter. Shishiko di posisi paling atas — biasanya anak-anak berusia sekitar 4 tahun hingga sekolah dasar — menampilkan teknik tingkat lanjut menggunakan kipas dan lonceng di atas pijakan yang tidak stabil. Saat mereka naik ke posisi mereka, suasana mendadak sunyi, dan atmosfernya terasa seperti sedang berdoa.

Konon pertunjukan ini lahir dari keinginan untuk "sedekat mungkin dengan para dewa", dan ini mewakili jauh lebih dari sekadar hiburan — ini adalah ekspresi hidup dari budaya yang telah diwariskan masyarakat dari generasi ke generasi. Setiap distrik memiliki tata panggung dan koreografi uniknya sendiri, yang merupakan salah satu daya tarik utama Tsugizishi Imabari.

Kebanggaan Imabari, Dibagikan kepada Dunia dan Dibawa ke Masa Depan

Sebagai salah satu acara tradisional paling langka di Jepang, Tsugizishi semakin dikenal di luar Imabari. Tahun lalu, seni ini ditampilkan pada acara Hari Nasional Panama di Expo Osaka-Kansai, menarik perhatian besar baik secara domestik maupun internasional sebagai simbol warisan budaya Imabari. Mencapai panggung seperti itu dimungkinkan berkat latihan harian yang ketat dan kekuatan komunitas yang saling mendukung lintas generasi.

Musim semi ini, Tsugizishi akan ditampilkan di berbagai lingkungan di Imabari melalui festival yang dimulai pada Pekan Emas. Menyaksikan seni tradisional ini secara langsung menawarkan kesempatan langka untuk merasakan kedalaman budaya lokal dan semangat pewarisannya kepada generasi mendatang.

Program PR Kota Imabari: Seni Tradisional Menghubungkan Imabari dan Panama di Expo Osaka-Kansai (Saluran YouTube Resmi Kota Imabari)

Jadwal Acara

3 Mei (Minggu, Hari Libur)

  • Distrik Noma: Jinguno Mano-Jinja 08.30 / Akata Shimizutenmangu 09.00
  • Distrik Hashihama: Takabe Itsukushima-Jinja 07.00 / Hashihama Ryujinja 10.00
  • Distrik Asakura: Yahagi-Jinja 09.30

4 Mei (Senin, Hari Libur)

  • Distrik Noma: Takuma Araki Hachimanodaijin 08.00 / Noma Hiyo-Jinja 09.00 / Yata Mishima-Jinja 09.00 / Engi Tenmangu 09.30
  • Distrik Hashihama: Somada Manai-Jinja 09.00

5 Mei (Selasa, Hari Libur)

  • Distrik Sakurai: Sakurai Tsunashiki Tenmangu 08.00
  • Distrik Asakura: Tagi-Jinja 09.30

9 Mei (Sabtu)

  • Area Kota Lama: Betsumiya Oyamazumi-Jinja 08.00 / Fukiage-Jinja 09.30

10 Mei (Minggu)

  • Distrik Torioi: Torioi Mishima-Jinja 09.00
  • Distrik Tamagawa: Shimomikado-Jinja 08.30 / Yonaka-Jinja 11.00

16 Mei (Sabtu)

  • Distrik Onishi: Oi Hachimanodaijinja 10.00

17 Mei (Minggu)

  • Distrik Onishi: Kifune-Jinja 08.00 / Kamo-Jinja 08.30 / Ryujinja 09.00 / Ikarikakettenmangu 09.00 / Kyaku Daimyojinja 09.00 / Oyama Hachimanodaijin 10.00

24 Mei (Minggu)

  • Distrik Namikata: Yoroi Itsukushima-Jinja 07.00 / Higuchi Shiohaya-Jinja 08.30 / Obe Shiratama-Jinja 09.30 / Namikata Tamao Hachimanjinja 10.00 / Morigami Hamada Hachimanjinja 10.30

Peta Tsugizishi Imabari

Untuk jadwal lengkap Festival Musim Semi Imabari 2026, kunjungi situs web resmi Kota Imabari.