Workshop Wagashi Kameya Yoshinaga di Kyoto Rayakan Golden Week dengan Tema Spesial Hari Anak dan Hari Ibu

Diterbitkan: 7 April 2026
Workshop Wagashi Kameya Yoshinaga di Kyoto Rayakan Golden Week dengan Tema Spesial Hari Anak dan Hari Ibu

Kameya Yoshinaga, toko kue Jepang asal Kyoto dengan sejarah lebih dari 220 tahun, mengadakan Workshop Membuat Wagashi Kyoto selama Golden Week. Peserta akan membuat satu jenis nerikiri (wagashi halus) dan satu jenis kintō (wagashi bertekstur), di mana kintō yang baru dibuat akan disajikan bersama semangkuk matcha untuk dinikmati di tempat. Nerikiri dapat dibawa pulang sebagai hadiah atau oleh-oleh. Workshop juga mencakup demonstrasi langsung pembuatan higashi (kue kering) oleh pengrajin, sehingga peserta dapat menyaksikan proses pembuatan wagashi dari dekat.

Ruang kelas yang luas menawarkan suasana belajar yang nyaman


4 Mei (Sel) & 5 Mei (Rab) — Hari Anak

Kiri: Kintō

Kintō "Hanashobu" (Bunga Iris)
Kintō menyegarkan yang terinspirasi dari bunga iris, bunga yang secara tradisional dikaitkan dengan Festival Anak Laki-laki (Tango no Sekku). Peserta membungkus bola kacang merah kasar dengan adonan kintō yang dihaluskan, lalu menambahkan hiasan bunga sebagai sentuhan akhir.

Nerikiri "Koinobori" (Bendera Ikan Mas)
Nerikiri yang menggemaskan berbentuk bendera ikan mas yang ikonik. Setelah pewarnaan dan pengisian, peserta menggunakan alat untuk menambahkan detail sisik dan garis-garis sebelum memasang mata sebagai sentuhan terakhir.


8 Mei (Jum) & 9 Mei (Sab) — Hari Ibu

Kiri: Kintō

Kintō "Arigatō" (Terima Kasih)
Bunga anyelir merah cerah — simbol Hari Ibu. Adonan ditekan melalui saringan halus untuk menciptakan efek gradasi, lalu dibungkuskan pada kacang merah kasar untuk mengekspresikan kelopak bunga yang lebat dan berlapis. Daun ramping ditambahkan sebagai aksen penutup.

Nerikiri "Omoiyari" (Kepedulian)
Desain mawar yang elegan. Mawar merah muda memiliki makna bahasa bunga seperti "rasa syukur," "keanggunan," dan "hati yang hangat," menjadikannya hadiah Hari Ibu yang sempurna. Proses ini mencakup teknik dasar termasuk pewarnaan gradasi, pengisian, dan penggunaan spatula untuk menambahkan garis-garis kelopak.


Setelah membuat kue segar, peserta dapat menyaksikan pengrajin mendemonstrasikan pembuatan wasanbon (kue gula Jepang halus) tepat di hadapan mereka.

Wasanbon — kue halus yang lembut di mulut

Para pengrajin memberikan bimbingan terperinci sepanjang sesi, membuat workshop ini mudah diikuti bahkan oleh peserta pertama kali. Anak-anak dipersilakan bergabung, dan pengunjung tunggal, keluarga, maupun pasangan orang tua-anak sangat disambut.


Workshop Membuat Kameya Yoshinaga

Peserta membuat satu nerikiri dan satu kintō dengan didampingi demonstrasi pengrajin. Kintō yang selesai dibuat disajikan bersama matcha untuk dinikmati di tempat.

Detail & Reservasi: https://kameya-yoshinaga.com/f/tedzukuri
Tanggal yang tersedia dapat dikonfirmasi melalui kalender pemesanan.

Umum: ¥3.300 (sudah termasuk pajak)
Pelajar (hingga SMA): ¥2.750 (sudah termasuk pajak)
Pendamping (penonton): ¥770 (sudah termasuk pajak)
*Termasuk matcha