Mei Wei Mei Ke (毎味毎客), jaringan malatang otentik asal Chongqing dengan lebih dari 400 cabang di seluruh dunia, dijadwalkan untuk membuka lokasi pertamanya di Jepang di lantai 8 Gedung Yodobashi Ikebukuro (1-28-1 Minami-Ikebukuro, Toshima-ku, Tokyo) pada hari Jumat, 3 Juli 2026.
Tentang Mei Wei Mei Ke
Mei Wei Mei Ke adalah merek malatang dengan lebih dari 400 lokasi, terutama di Tiongkok. Namanya mencerminkan filosofi menghargai selera dan gaya makan setiap individu, serta menawarkan pengalaman rasa baru di setiap kunjungan. Para tamu memilih bahan favorit mereka dari berbagai pilihan untuk meracik semangkuk hidangan personal — sebuah format yang membuat merek ini populer di kalangan pelanggan yang luas.
Lokasi Pertama di Jepang: Malatang Otentik Chongqing
Di Jepang, malatang telah dikenal luas sebagai hidangan sup soun yang menyehatkan, terutama populer di kalangan wanita muda. Namun, di kota asalnya di Chongqing, malatang adalah makanan jiwa sehari-hari yang dikunjungi orang dari segala usia dan gender beberapa kali dalam seminggu. Gaya Chongqing yang otentik melibatkan perebusan bahan dalam kaldu dan menikmatinya dengan saus atau sup khusus. Bagian unik dari pengalaman ini adalah keseruan memilih bahan dari etalase yang dipajang — elemen budaya yang unik di wilayah tersebut. Lokasi Ikebukuro bertujuan untuk menghadirkan tidak hanya cita rasanya, tetapi juga budaya makan sehari-hari dan suasana hidup khas Chongqing kepada para tamu di Jepang.
Empat Fitur Utama Mei Wei Mei Ke
① Sup Otentik yang Diimpor Langsung dari Tiongkok
Restoran ini menawarkan enam jenis sup — jantung dari setiap malatang — yang diimpor langsung dari Tiongkok untuk menciptakan kembali rasa asli Chongqing. Berdasarkan resep asli dari negara asalnya, setiap sup dibuat menggunakan campuran rempah-rempah yang dipilih dengan cermat, memberikan rasa kaya dan berlapis yang jauh melampaui sekadar rasa pedas, dengan aroma yang hidup dari campuran bumbu tersebut.

② Malatang "Panci Individu" Gaya Chongqing yang Otentik
Berbeda dengan kebanyakan malatang yang disajikan di Jepang — yang cenderung menyerupai sup soun — Mei Wei Mei Ke memperkenalkan gaya "panci individu" (一人一鍋) yang sangat populer di Chongqing. Metode memasak ini melibatkan penyiraman minyak panas yang telah diinfus dengan rempah-rempah unik ke atas bahan-bahan, menawarkan pengalaman malatang yang tidak tersedia di tempat lain di Jepang.

Youpou Malatang (tingkat kepedasan dapat dipilih / disajikan dengan nasi)

Mala Shanguo (tingkat kepedasan dapat dipilih / disajikan dengan nasi)
③ 90+ Bahan dan Etalase Kabut Besar
Salah satu fitur yang paling mencolok dari restoran ini adalah etalase kabut besarnya. Secara konstan diisi dengan kabut halus, etalase tersebut menampung lebih dari 90 bahan pilihan — salah satu pilihan terbanyak di Jepang. Bahan pokok seperti sayuran, daging, dan jamur, serta bahan yang lebih tidak lazim, tetap terjaga kesegarannya setiap saat.

Etalase kabut menjaga kesegaran semua bahan.
④ Pengalaman Chongqing yang Lengkap
Restoran ini menciptakan kembali lokasi Mei Wei Mei Ke Chongqing di Jepang secara utuh. Dari aroma rempah yang kaya dari sup yang diimpor langsung dan 90+ bahan yang dipajang di etalase kabut, hingga interior yang dirancang untuk mencerminkan energi tempat makan lokal di Chongqing — ruang ini didesain agar saat melangkah masuk, pengunjung merasa seperti sedang mengunjungi Mei Wei Mei Ke yang asli di Chongqing.


Chongqing Malatang (tingkat kepedasan dapat dipilih)

Sup Tulang Sapi

Sup Tomat Kaya Rasa

Sup Kacang
Ringkasan
Nama restoran: Mei Wei Mei Ke Ikebukuro
Tanggal buka: Jumat, 3 Juli 2026
Situs web: https://www.meiweimeike.jp/
Instagram: https://www.instagram.com/maiajimaikyaku/