Tokyo Soiree dan Pematung Sayaka Imai Mengubah Busana Formal Bekas Menjadi Boneka Unik

Diterbitkan: 1 Mei 2026
Tokyo Soiree dan Pematung Sayaka Imai Mengubah Busana Formal Bekas Menjadi Boneka Unik

Tokyo Soiree (Chuo-ku, Tokyo), sebuah merek busana formal wanita, telah menyelesaikan penjualan pop-up terbatas selama 14 hari di Isetan Tachikawa pada bulan April 2026. Acara tersebut memamerkan delapan boneka unik yang dibuat dari kain busana formal yang tidak terpakai oleh pematung Sayaka Imai, melalui kolaborasi yang difasilitasi oleh NewMake — sebuah bisnis inovasi sosial yang dikelola oleh STORY&Co. (Chiyoda-ku, Tokyo). Lima dari delapan karya tersebut berhasil terjual, menarik minat yang cukup besar dari para pengunjung.

Tantangan Lingkungan dari Limbah Mode

Industri mode menghadapi masalah konsumsi massal dan pembuangan pakaian secara besar-besaran yang terus berlanjut. Menurut Kementerian Lingkungan Hidup Jepang*, cara masyarakat membuang pakaian yang tidak diinginkan saat ini terbagi sebagai berikut:

  • Dibakar atau dikubur sebagai sampah rumah tangga: 59%
  • Dijual sebagai pakaian bekas: 15%
  • Pengumpulan sumber daya: 14%
  • Acara pengumpulan komunitas atau toko: 10%
  • Disumbangkan atau diberikan: 3%

Pakaian yang berakhir sebagai sampah umum hampir seluruhnya dibakar atau dikirim ke tempat pembuangan akhir, dengan jumlah sekitar 480.000 ton per tahun di Jepang — setara dengan sekitar 1.300 ton yang dibakar atau dikubur setiap harinya.

*Sumber: Kementerian Lingkungan Hidup, "Survei FY2024 tentang Promosi Mode Sirkular"

Memberikan Kehidupan Baru pada Busana Formal yang Tidak Terpakai

Tokyo Soiree telah menjalankan berbagai upaya keberlanjutan selama bertahun-tahun, termasuk teknik pewarnaan yang tahan pudar, konstruksi jahitan yang tahan sobek, dan lini produk yang menggunakan poliester daur ulang. Perusahaan juga telah berpartisipasi dalam program pengumpulan di dalam toko "BRING", yang mengedarkan kembali busana formal bekas ke pasar, serta inisiatif "PANECO", yang mengubah pakaian bekas menjadi papan daur ulang yang digunakan untuk tatakan gelas dan barang-barang lainnya.

Untuk proyek upcycling ini, busana formal yang belum pernah dipakai dibongkar, dipilah berdasarkan bahannya, dan diserahkan kepada Sayaka Imai untuk diimajinasikan kembali menjadi boneka yang unik. Imai — yang dikenal dengan pendekatan patung lunak miliknya yang mengubah potongan kain sehari-hari menjadi kreasi khas — menghidupkan tema "makhluk yang memakai pakaian, sedikit konyol, sedikit menggemaskan" menggunakan tekstur berkualitas tinggi dan tidak biasa yang ditemukan pada kain busana formal. Salah satu karya yang menonjol adalah kelelawar yang dibuat dari kain hitam pekat khas pakaian duka formal.

Setiap karya tidak hanya membawa bahannya, tetapi juga cerita di baliknya, mengubah apa yang mungkin terbuang menjadi produk yang terhubung dengan orang-orang secara personal.

Karya Unik yang Membangun Koneksi Personal

Selama acara di Isetan Tachikawa, para pengunjung terlihat dengan saksama membandingkan setiap karya sebelum menentukan pilihan. Beberapa di antaranya adalah penggemar karya Sayaka Imai yang tertarik dengan kain mewah dan langka — bahan yang biasanya tidak ditemukan dalam potongan kain sisa karyanya. Khususnya, boneka kelelawar dari kain hitam busana formal berhasil menarik perhatian yang signifikan.

Mayoritas pembeli memilih karya tersebut untuk diri mereka sendiri daripada sebagai hadiah, yang menunjukkan bahwa nilai-nilai keberlanjutan dan daya tarik khusus untuk memiliki sesuatu yang benar-benar unik beresonansi sama kuatnya bagi pria maupun wanita.

Tentang Sayaka Imai

Sayaka Imai adalah pematung yang mulai membuat boneka dari potongan kain sisa, mengembangkan pendekatan khas yang memperlakukan media tersebut sebagai patung lunak. Karyanya mencakup kolaborasi dengan Yoshitoku Co., Ltd. untuk boneka dan cendera mata, buku boneka ilustrasi untuk majalah anak-anak, serta kolaborasi dengan Disney Store yang menampilkan Mickey dan kawan-kawan yang diimajinasikan ulang dalam gaya khasnya.

Instagram: @brown_bobbin