Pemilik Toko Peralatan Dapur Kappabashi Debut sebagai Kaligrafer dengan Pameran ‘Fuhe’, Menampilkan 22 Karya

Diterbitkan: 11 Februari 2026
Pemilik Toko Peralatan Dapur Kappabashi Debut sebagai Kaligrafer dengan Pameran ‘Fuhe’, Menampilkan 22 Karya

Pameran menampilkan karya yang menggabungkan kaligrafi dengan tekstil antik

Jun Maeda, yang menjalankan Kappabashi Maeda, sebuah toko khusus peralatan makan dan pisau Jepang yang terletak di jalan peralatan Kappabashi Tokyo yang terkenal, mengadakan pameran solo pertamanya sebagai seorang kaligrafer. Pameran bertajuk “Fuhe” (berarti “tak terpatahkan”) berlangsung di Galeri Aviant di Sumida Ward dari 2 hingga 8 Februari 2026.

Pameran ini menampilkan total 22 karya, empat lebih banyak dari yang direncanakan semula, dan menarik 102 pengunjung selama periode tujuh hari. Koleksi ini tidak hanya menampilkan karya kaligrafi yang dipasang dengan tekstil antik, tetapi juga karya yang menggabungkan kain antik dari periode Edo hingga Taisho yang tersembunyi di antara kertas dan bingkai kayu, serta cetakan yang terinspirasi oleh sisa-sisa stiker di tiang-tiang utilitas. Pameran ini menyajikan karya yang khas yang melampaui batas-batas kaligrafi konvensional.

Konsep Pameran

Direncanakan sebagai pameran solo yang menampilkan karya kaligrafi bertema seputar “spiritualitas yang tak tergoyahkan di saat perubahan yang cepat,” acara ini berfungsi sebagai platform bagi Maeda untuk mempersembahkan buah dari karya kreatifnya yang dikejar bersamaan dengan kegiatan bisnis sehari-harinya. Terinspirasi oleh keindahan karakter yang terukir pada pisau, ia memulai perjalanan kaligrafinya dan terus berkarya sambil mengelola tokonya.

Tempat tersebut menampilkan 22 karya mulai dari karya kecil seukuran kartu pos hingga gulungan gantung. Karya-karya tersebut dihargai mulai dari ¥18.000 (termasuk pajak) hingga ¥330.000 (termasuk pajak), dengan jajaran termasuk karya kaligrafi yang dipasang dengan tekstil seperti kain antik dari periode Edo hingga Taisho, chintz India, dan pakaian Eropa vintage.

Selama periode pameran, beragam pengunjung hadir, termasuk seniman, warga lingkungan, turis yang mengunjungi daerah Asakusa dan Tokyo Skytree, profesional layanan makanan, dan penggemar peralatan makan dan pisau. Pengunjung memberikan umpan balik seperti “variasi warna tinta sangat menarik,” “Saya menerima inspirasi,” dan “ruang itu sendiri adalah sebuah karya seni.”

Ikhtisar Tempat Pameran

Ruang pameran yang menunjukkan ruang galeri

Interior galeri dengan karya kaligrafi yang dipasang

Dinding pameran menampilkan karya dengan berbagai ukuran

Sudut galeri dengan pemasangan tradisional

Karya Unggulan (Pilihan)

Fuhe (Tak Terpatahkan)

Detail karya utama ‘Fuhe’

Tampilan penuh kaligrafi ‘Fuhe’

Judul Karya: Fuhe
Ukuran: 60cm × 104cm
Harga: ¥330.000 (termasuk pajak)

Asatsuyu (Embun Pagi)

Karya format kecil ‘Asatsuyu’

Close-up detail pemasangan ‘Asatsuyu’

Judul Karya: Asatsuyu
Ukuran: 19.7cm × 26.5cm × 2cm
Harga: ¥18.000 (termasuk pajak)

Kyo (Membungkuk)

Karya ‘Kyo’ dipamerkan

Tampilan detail kaligrafi ‘Kyo’

Judul Karya: Kyo
Ukuran: 57cm × 104cm
Harga: ¥220.000 (termasuk pajak)

Zanka (Sisa Musim Panas)

Karya kaligrafi ‘Zanka’

Komposisi penuh ‘Zanka’

Judul Karya: Zanka
Ukuran: 55.7cm × 83.5cm
Harga: ¥220.000 (termasuk pajak)

Kouzan Man Karyu (Sungai dan Gunung Penuh Bunga dan Dedalu)

Karya gulungan horizontal menampilkan puisi Cina

Detail karakter kaligrafi

Judul Karya: Kouzan Man Karyu
Ukuran: 42.8cm × 145cm
Harga: ¥180.000 (termasuk pajak)

Junen Ichiken wo Migaku (Sepuluh Tahun untuk Menajamkan Satu Pedang)

Kaligrafi vertikal dengan idiom Cina

Tampilan penuh yang menunjukkan pemasangan tekstil

Judul Karya: Junen Ichiken wo Migaku
Ukuran: 26cm × 114cm
Harga: ¥45.000 (termasuk pajak)

Kara (Cangkang)

Karya berbingkai ringkas ‘Kara’

Presentasi tiga dimensi ‘Kara’

Judul Karya: Kara
Ukuran: 11.4cm × 16cm × 2.9cm
Harga: ¥33.000 (termasuk pajak)

Patchwork (Fotogravur)

Karya fotogravur yang terinspirasi oleh tekstur perkotaan

Detail teknik fotogravur

Judul Karya: Patchwork (Fotogravur)
Ukuran: 33.5cm × 33.5cm × 2cm
Harga: ¥33.000 (termasuk pajak)

Pengunjung Melihat Pameran

Pengunjung memeriksa karya yang dipamerkan

Seniman yang Hadir

Jun Maeda selama jam buka galeri

Potret seniman di pameran

Hadiah Pengunjung dan Fitur Pameran

Paket kopi pameran khusus

Hadiah Pengunjung: Kopi Fuhe

Selama periode pameran, pengunjung menerima paket kopi drip asli bernama “Kopi Fuhe” yang menampilkan desain karya utama “Fuhe.” Hadiah khusus ini diterima dengan baik bersama dengan karya seni.

Rencana Masa Depan

Mengenai kegiatan di masa depan, Maeda menyatakan, “Saya ingin terus mengadakan pameran solo dan menciptakan peluang untuk mempresentasikan karya saya, tidak terbatas pada kaligrafi saja.” Ia sedang mempertimbangkan untuk merilis karya secara online melalui media sosialnya dan merencanakan pameran berikutnya.

Detail Pameran

Nama Pameran: Pameran Solo Kaligrafi Jun Maeda “Fuhe”
Periode Pameran: 2 Februari 2026 (Senin) hingga 8 Februari 2026 (Minggu)
Tempat: Galeri Aviant (3-6-3 Azumabashi, Sumida-ku, Tokyo)
Jumlah Karya: Total 22 buah
Tiket Masuk: Gratis

Profil

Foto profil Jun Maeda

Jun Maeda

Instagram: https://www.instagram.com/jun_mda

Lahir di Taito Ward pada tahun 1975 dan saat ini tinggal di Sumida Ward. Setelah lulus dari Departemen Desain Tiga Dimensi Universitas Seni Tama pada tahun 1998, ia mengambil alih bisnis keluarga “Kappabashi Maeda,” yang bergerak di bidang peralatan makan dan pisau Jepang di jalan peralatan Kappabashi. Ia mulai belajar kaligrafi pada tahun 2018 di “Hakujitsukyo” yang dipimpin oleh kaligrafer Taketoshi Suzuki. Pada Februari 2026, ia mengadakan pameran kaligrafi solo pertamanya “Fuhe.”

Tampak depan toko Kappabashi Maeda

Kappabashi Maeda

Situs web: https://www.kappa-maeda.co.jp
Instagram: https://www.instagram.com/kappabashi.maeda

Didirikan pada tahun 1964, Kappabashi Maeda adalah toko khusus peralatan makan dan pisau Jepang yang terletak di jalan peralatan Kappabashi Tokyo. Toko ini menawarkan jajaran lengkap peralatan makan Jepang yang berpusat pada tembikar Arita-yaki dan Mino-yaki, bersama dengan banyak pilihan pisau yang dipilih dengan cermat.