Pada hari Sabtu, 31 Oktober 2026, Sushi Toka (鮨 刻香), sebuah restoran sushi yang menggunakan teknik fermentasi jamur, akan dibuka di Kitashinchi, Osaka.
Dengan mengusung konsep "Kisah tuna dan waktu dalam setiap potong sushi," restoran ini merupakan kolaborasi antara パパチェル, seorang peneliti fermentasi jamur, dan Bapak Taniguchi, seorang koki sushi dari Kyoto Saeki (京都さえき). Mereka berfokus pada proses penuaan ikan, dimulai dengan tuna, dan mengubah perubahan aroma serta rasa yang muncul seiring waktu menjadi sebuah pengalaman dalam satu potong sushi.
Dengan pendekatan yang berbeda dari sushi pada umumnya, Sushi Toka mengeksplorasi daya tarik baru dari ikan dan kemungkinan-kemungkinan proses penuaan. Dari Kitashinchi di Osaka, restoran ini menawarkan cara baru dalam menikmati sushi.

"Tuna Menjadi Lebih Baik Seiring Waktu": Apa yang Dihasilkan oleh Proses Penuaan pada Ikan
Sushi Toka menghargai potensi ikan itu sendiri serta perubahan rasa yang diciptakan oleh proses penuaan.
Tergantung pada kondisi dan durasi penuaan, aroma, tekstur, dan rasa umami pada ikan akan berubah. Restoran ini mengambil pendekatan yang khas, yaitu fermentasi jamur, untuk menggali daya tarik ikan dari berbagai sudut. Di pusatnya adalah tuna yang difermentasi jamur.
Restoran ini juga memperhatikan perbedaan rasa yang dihasilkan dengan membandingkan ikan yang dikonservasi dalam durasi waktu berbeda. Dengan menggabungkan penelitian terhadap kondisi bahan baku dengan keahlian koki sushi, restoran ini bertujuan untuk menyajikan sushi di mana setiap potongannya menampilkan karakter yang berbeda.
Mengelola suhu, kelembapan, waktu, dan faktor lainnya dengan cermat, serta bekerja dengan karakter unik yang muncul dari proses penuaan pada setiap ikan, menjadi fondasi dalam pembuatan sushi di Sushi Toka.

Peneliti Fermentasi Jamur dan Koki Sushi Berkolaborasi
Di Sushi Toka, パパチェル, seorang peneliti fermentasi jamur, dan Bapak Taniguchi, koki sushi dari Kyoto Saeki (京都さえき), menggabungkan teknik fermentasi jamur dengan sensitivitas seorang koki sushi.
Penelitian tentang penuaan mengungkapkan bagaimana ikan berubah, dan keahlian koki mengubah bahan tersebut menjadi sepotong sushi. Dengan menyatukan pengetahuan mereka, keduanya bertujuan untuk mengeluarkan daya tarik baru dari ikan yang telah mengalami proses penuaan.
Tujuannya bukan sekadar menawarkan teknik yang tidak biasa, melainkan mengeksplorasi hubungan antara ikan dan waktu serta memperluas kemungkinan sushi.
"Biarkan tuna beristirahat. Keluarkan umaminya."
Berpedoman pada ide ini, Sushi Toka menawarkan pengalaman bersantap yang unik.

Informasi Restoran
- Nama: Sushi Toka (鮨 刻香 / SUSHI TOKA)
- Tanggal pembukaan: Sabtu, 31 Oktober 2026
- Alamat: YAMANA K2 Building, Lt. 3, 1-7-4 Sonezaki-shinchi, Distrik Kita, Kota Osaka, Prefektur Osaka
- Jam operasional:
- Senin sampai Jumat: 18:00 - 20:15 / 20:45 - 23:00
- Sabtu: 17:00 - 19:15 / 19:45 - 22:00
- Tutup: Hari Minggu
- Kursi: 8 kursi meja konter
- Rata-rata pengeluaran per tamu: ¥20.000
- Reservasi: Halaman reservasi TableCheck
- Instagram Resmi: https://www.instagram.com/sushi_toka/
Konsep
Kisah tuna dan waktu dalam setiap potong sushi.
Biarkan tuna beristirahat. Keluarkan umaminya.
Sushi Toka mengeksplorasi kemungkinan ikan dan waktu, dengan seorang peneliti fermentasi jamur dan seorang koki sushi yang bekerja berdampingan. Melalui sepotong sushi, restoran ini menghadirkan cita rasa baru yang diciptakan oleh proses penuaan.