Tsukiji Jisaku, Didirikan pada 1931, Membuka Kembali Bekas Studio Fotonya sebagai Ruang Keramahtamahan Baru "Enishi"

Diterbitkan: 13 Oktober 2026 •
Tsukiji Jisaku, Didirikan pada 1931, Membuka Kembali Bekas Studio Fotonya sebagai Ruang Keramahtamahan Baru "Enishi"

Tsukiji Jisaku, sebuah ryotei (restoran tradisional Jepang) yang telah lama berdiri di Akashicho, Kota Chuo, Tokyo, telah mengubah bekas studio fotonya menjadi ruang keramahtamahan baru yang disebut Enishi (縁和). Ruang ini dibuka pada 1 Oktober 2026, sebagai proyek kedua dalam rangkaian hari jadi ke-95 restoran tersebut. Enishi dapat digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk sebagai lounge minuman beralkohol sebelum makan, tempat acara, dan ruang tunggu VIP. Tsukiji Jisaku dioperasikan oleh Hase Kanko Co., Ltd. (長谷観光株式会社).

Tentang Tsukiji Jisaku

Sejak didirikan pada tahun 1931, Tsukiji Jisaku terus melestarikan estetika Jepang dan semangat keramahtamahan. Area seluas sekitar 800 tsubo (sekitar 2.600 meter persegi) menaungi taman Jepang yang menampilkan karakteristik setiap musim. Sebuah kolam besar di tengah memiliki air terjun yang mengalir ke dalamnya, dan lebih dari 150 ikan koi berenang dengan tenang di airnya. Ruang perjamuan tatami besar dan kecil, masing-masing dengan desain berbeda, mengelilingi kolam tersebut.

Pemilik pertama, Jisaku Honda (本多次作), sangat menghargai kegiatan menjamu tamu melalui hidangan dan sangat menghormati estetika Jepang. Pandangan tersebut telah diwariskan tidak hanya melalui kulinernya, tetapi juga melalui ruang, perabotan, dan perilaku staf, dan terus berlanjut kini saat restoran tersebut mencapai tahun ke-95.

Lahan Tsukiji Jisaku

Lahan dan bangunan tersebut berdiri di lokasi vila keluarga Iwasaki, pendiri Mitsubishi zaibatsu, yang dibangun pada tahun 1899 (Meiji 32).

Mizutaki dan hidangan kaiseki di Tsukiji Jisaku

Restoran ini menyajikan mizutaki (水たき) khasnya, yang telah diwariskan sejak pendiriannya, serta hidangan kaiseki yang lembut yang mengekspresikan empat musim di Jepang.

Pada Februari 2026, proyek pertama dari seri hari jadi ke-95 diluncurkan: Sumiike (澄池), "kolam Jisaku lainnya" yang mengekspresikan kehadiran kolam restoran melalui cahaya dan suara. Proyek kedua adalah Enishi, ruang baru untuk menyambut para tamu.

Bagaimana Enishi Tercipta: Dari "Tempat Perekaman" menjadi "Ruang Tempat Kenangan Tercipta"

Sebuah studio foto yang berasal dari era Showa pernah berdiri di lokasi ini. Studio tersebut merekam banyak kenangan dengan memotret keluarga dan kelompok yang merayakan tonggak penting dalam hidup, mulai dari foto bersama kedua keluarga saat upacara pernikahan hingga okuizome (upacara makan pertama bayi), Shichi-Go-San, upacara kedewasaan, dan perayaan ulang tahun ke-60.

Namun, seiring dengan semakin beragamnya pernikahan, perjamuan, dan acara, kesempatan untuk mengambil foto kenang-kenangan perlahan berkurang. Peran ruang tersebut kemudian diubah dari tempat yang sekadar merekam pertemuan menjadi tempat di mana waktu yang dihabiskan sebelum dan sesudah perjamuan menjadi kenangan tersendiri.

Desain Ruang

Konsep desain Enishi adalah "kedai teh modern" (現代の茶屋). Ruangan ini menggabungkan arsitektur gaya sukiya dan dilengkapi dengan perabotan hangat berbahan alami. Dua karya seni cahaya mengekspresikan hubungan dengan kolam yang terlihat dari beranda luas (hiroen). Para tamu dapat merasakan perubahan alam dalam kedalaman bayang-bayang sembari dengan tenang mempersiapkan pikiran mereka untuk perjamuan yang akan dimulai. Waktu ini sendiri dirancang sebagai bagian dari keramahtamahan.

Interior Enishi

Karya Seni Cahaya 1: Mizuakari (水明かり)

Mizuakari adalah lampu dinding di mana cahaya yang mengingatkan pada pantulan di permukaan air perlahan menelusuri dinding bergelombang hasil karya tangan para tukang plester. Karya ini membawa kehadiran cahaya yang telah lama dipancarkan oleh kolam taman ke dalam bangunan, jauh ke dalam ruangan. Sebagai latar belakang untuk percakapan dan foto kenang-kenangan, karya ini menyelimuti seluruh ruangan dalam suasana yang lembut.

Karya seni cahaya di Enishi

Karya Seni Cahaya 2: Mio (澪)

Mio adalah jendela bulat yang disinari dari belakang oleh cahaya kertas washi, di mana jejak ikan koi yang telah berenang melalui taman Jisaku selama bertahun-tahun perlahan bersirkulasi. Dua celah kayu berputar dengan tenang, membuat riak seperti permukaan air muncul dan memudar. Ini adalah sorotan tenang yang menenangkan pikiran siapa pun yang menyadarinya saat menunggu perjamuan.

Pemandangan

Di luar beranda yang luas terletak kolam, simbol Tsukiji Jisaku. Beranda juga dapat digunakan sebagai ruang lounge yang memperluas Enishi, atau sebagai panggung kecil dengan latar belakang taman.

Pemandangan beranda dan kolam dari Enishi

Ruang Enishi

Enishi bukan sekadar tempat untuk menunggu perjamuan dimulai. Ruang ini bertujuan menjadi tempat di mana hubungan yang tak tergantikan tercipta dan diperdalam bagi setiap kelompok tamu. Sambil menyambut waktu berharga dari mereka yang telah mendukung Tsukiji Jisaku dan mereka yang akan ditemuinya di masa depan, restoran ini terus bergerak menuju tahun ke-100.

Kredit

  • Desain Arsitektur: Kentaro Yamazaki (Yamazaki Kentaro Design Workshop)
  • Karya Seni: Yuki Anai (non-classic inc.)
  • Konstruksi Karya Seni: HAKUTEN
  • Konstruksi: Takumi Kikaku
  • Diproduksi oleh: Tsukiji JISAKU

Informasi Tempat