Yokohama Grand InterContinental Hotel Meluncurkan Kursus Makan Spesial yang Terinspirasi oleh Pameran "Marie Antoinette Style"

Diterbitkan: 19 Juni 2026
Yokohama Grand InterContinental Hotel Meluncurkan Kursus Makan Spesial yang Terinspirasi oleh Pameran "Marie Antoinette Style"

Di Yokohama Grand InterContinental Hotel (1-1-1 Minatomirai, Nishi-ku, Yokohama, Kanagawa), restoran Prancis Azur di lantai dua akan menawarkan kursus spesial bertajuk "Petit Trianon: Kenangan Marie Antoinette." Kursus ini berlangsung dari Sabtu, 1 Agustus hingga Senin, 23 November 2026 (hari libur nasional), yang dijadwalkan bersamaan dengan pameran Marie Antoinette Style di Museum Seni Yokohama.

Pameran Marie Antoinette Style berasal dari Victoria and Albert Museum di London dan berfokus pada Marie Antoinette (1755–1793), Ratu Prancis yang gaya busana, gaya hidup, dan estetikanya telah memikat banyak orang selama berabad-abad. Pameran ini menampilkan sekitar 200 buah koleksi, termasuk perhiasan, furnitur, dan gaun istana langka dari era monarki Prancis, serta karya dari rumah mode dan desainer yang terinspirasi oleh Marie Antoinette. Museum Seni Yokohama adalah satu-satunya lokasi di Jepang untuk pameran tur dunia ini.

Bekerja sama dengan pameran tersebut, restoran Azur telah menyusun menu spesial yang terinspirasi dari hidangan yang konon dinikmati oleh Marie Antoinette — termasuk masakan Prancis yang ia sukai, hidangan tradisional dari tanah kelahirannya Austria, dan resep istana abad ke-18. Restoran ini sendiri dirancang oleh desainer ternama asal Paris, Pierre-Yves Rochon, dan menghadirkan suasana kediaman bangsawan Prancis yang elegan.


Interior restoran Azur


Ruang pribadi "Le Salon Bleu"

Koki Azur mendapatkan inspirasi dari kehidupan Marie Antoinette yang dramatis, memadukan teknik klasik Prancis dengan variasi tekstur dan rasa yang halus. Menu diakhiri dengan hidangan manis yang konon ia sukai, dan beberapa hidangan disajikan di atas peralatan makan Imari — porselen Jepang yang konon memikat para bangsawan di era tersebut. Minuman pendamping juga tersedia.

Menu Kursus

Kursus Kolaborasi "Marie Antoinette Style" Museum Seni Yokohama
"Petit Trianon: Kenangan Marie Antoinette"

  • Sarapan Sang Ratu — Brioche kesukaan Antoinette dengan espuma gaya Madame du Barry
  • Penghormatan untuk Sang Ratu — Koktail hidangan laut dan kaviar dengan jeli sampanye
  • Terinspirasi oleh Estetika Versailles — Ikan segar goreng ala Pompadour
  • Dengan Peralatan Makan Imari Kesayangan Ratu — Ayam Koshu Jidori demi-deuil dengan pomme mousseline dan saus forestière
  • Sesendok Kenangan — Sup kaldu dengan petits légumes dan pasta vermicelli buatan rumah
  • Hadiah dari Wina — Gugelhupf dengan sorbet stroberi
  • Saat Beristirahat di Petit Trianon — Chocolat chaud beraroma jeruk, macarons de Nancy, dan madeleine kecil
  • Kopi atau teh

Sarapan Sang Ratu — Brioche dengan Espuma Gaya Madame du Barry

Mousse ringan yang terbuat dari kembang kol — sayuran yang disukai oleh Madame du Barry, gundik Louis XV — dilapis di atas brioche, roti yang konon dicintai oleh Marie Antoinette. Hidangan pembuka ini membangkitkan kesan sarapan kerajaan.

Koktail Hidangan Laut dan Kaviar dengan Jeli Sampanye

Alpukat marinasi dipadukan dengan jeli sampanye dan dihiasi dengan kerang simping, udang harimau Jepang, salmon, dan kaviar. Hidangan pembuka ala koktail yang elegan, cocok untuk perjamuan istana abad ke-18.

Ikan Segar Goreng ala Pompadour

Salah satu resep istana yang diciptakan pada abad ke-18 menyandang nama Madame de Pompadour, yang memengaruhi Marie Antoinette. Ikan digoreng dengan kulit yang renyah dan daging yang lembut, disajikan bersama sayuran yang disusun dengan indah.

Ayam Koshu Jidori Demi-deuil dengan Pomme Mousseline dan Saus Forestière

Disajikan di atas peralatan makan Imari — porselen berharga dari era tersebut — hidangan ini merepresentasikan taman kesayangan sang ratu melalui sayuran warna-warni. Ayam disiapkan dengan gaya demi-deuil (dengan truffle hitam yang diselipkan di bawah kulit) dan disajikan dengan dua saus yang kontras.

Sup Kaldu dengan Petits Légumes dan Pasta Vermicelli Buatan Rumah

Pasta vermicelli dan sup kaldu — hidangan yang konon sering dimakan oleh Marie Antoinette — digabungkan dengan daun bawang yang dipotong halus dan sayuran kecil lainnya. Menurut catatan sejarah, inilah yang diminta sang ratu sehari sebelum eksekusinya, sehingga disajikan menjelang akhir santapan.

Gugelhupf dengan Sorbet Stroberi

Hidangan penutup ini menampilkan Gugelhupf, kue tradisional dari kota asal Marie Antoinette, Wina, yang sangat ia cintai. Hidangan ini disajikan dengan sorbet stroberi, stroberi kering, dan jeli anggur Riesling — jenis anggur yang menurut legenda turut ia populerkan di kalangan sosial.

Chocolat Chaud Beraroma Jeruk, Macarons de Nancy, dan Madeleine Kecil

Cokelat adalah barang mewah pada abad ke-18. Sang ratu konon menikmati chocolat chaud yang diberi aroma bunga jeruk, disiapkan oleh pembuat cokelat pribadinya. Hidangan ini disajikan bersama makaron dan madeleine yang konon juga dinikmati oleh Marie Antoinette.

Informasi Kursus

Periode: Sabtu, 1 Agustus 2026 – Senin, 23 November 2026 (hari libur nasional)
Tutup setiap hari Selasa dan Rabu (kecuali hari libur nasional)

Lokasi: Restoran Prancis Azur (Lantai 2)

Jam Operasional:
Makan Siang — Hari kerja: 12:00 – 14:00 (pesanan terakhir); Akhir pekan & hari libur: 11:30 – 14:30 (pesanan terakhir)
Makan Malam — Hari kerja: 18:00 – 20:00 (pesanan terakhir); Akhir pekan & hari libur: 17:30 – 21:00 (pesanan terakhir)

Harga (termasuk pajak dan biaya layanan): ¥13.500 (harga sama untuk makan siang dan malam)

Reservasi: 045-223-2267 (Reservasi restoran / 10:00 – 19:00)

Situs web: https://www.icyokohama-grand.com/offer_restaurant/marie_antoinette/


Pameran Marie Antoinette Style

Periode: Sabtu, 1 Agustus 2026 – Senin, 23 November 2026 (hari libur nasional)
Lokasi: Museum Seni Yokohama
Situs web pameran: https://www.marie2026.jp

Marie Antoinette (1755–1793) dianggap sebagai ratu paling modis dalam sejarah. Gayanya dalam berbusana dan desain interior memengaruhi mode, desain, dan film dari abad ke-18 hingga saat ini. Pameran ini menelusuri semangat inovatif sang ratu melalui gaun, perhiasan, dan furniturnya, serta mengeksplorasi bagaimana "gaya"-nya terus menginspirasi para kreator lintas generasi. Diselenggarakan oleh Victoria and Albert Museum (V&A) di London, pameran ini merupakan pameran tur dunia — dengan Museum Seni Yokohama sebagai lokasi pertama dan satu-satunya di Jepang.

Semua gambar hanya untuk tujuan ilustrasi. Detail dapat berubah sewaktu-waktu; silakan periksa situs web hotel untuk informasi terbaru.