Jajaran chuhai seri Aster diperluas dengan rilis yang diperbarui dari "Hiroshima Hassaku Chuhai" yang populer, yang akan mulai dijual dalam jumlah terbatas mulai Selasa, 3 Maret 2026. Minuman ini menampilkan sari jeruk hassaku peras langsung yang bersumber dari Prefektur Hiroshima, tempat kelahiran buah hassaku.
Rilis kembalinya ini hadir dengan desain kemasan yang diperbarui, bagian dari penyegaran desain yang lebih luas yang diluncurkan di seluruh seri Aster mulai Agustus 2025. Isinya tetap sama dengan versi 2024 — chuhai berair namun renyah yang terbuat dari sari peras langsung yang dipanen sesuai musim, dengan keseimbangan rasa manis dan pahit yang lembut.
Apa yang Baru dalam Desain Kemasan
Karakteristik rasa kini ditampilkan pada kaleng
Frasa seperti “pahit yang lembap dan menyegarkan,” “berasal dari Innoshima,” “pahit yang halus,” dan “setiap tetes adalah permata sari buah” telah dimasukkan langsung ke dalam desain, memberikan produk tampilan yang lebih ekspresif bahkan sebelum Anda membukanya.
Ilustrasi hassaku yang lebih besar dan lebih hidup
Ilustrasi hassaku di bagian tengah atas kaleng telah diperbesar dan dibuat lebih realistis. Desainnya dilengkapi dengan palet biru sejuk yang membangkitkan Laut Pedalaman Seto, cocok untuk dinikmati saat cuaca hangat.
Sebutan sari buah langsung ditambahkan di bagian atas
Label bergaya spanduk di bagian atas kaleng segera menyoroti bahwa minuman tersebut menggunakan sari buah langsung yang diperas saat puncak kematangan — nilai jual utama produk.
Tutup emas untuk nuansa premium
Tutupnya telah diubah dari perak menjadi emas, memberikan produk tampilan yang lebih premium yang cocok untuk hadiah atau acara khusus.
Kisah asal usul dan catatan rasa di bagian belakang
Bagian belakang kaleng sekarang menyertakan detail tentang asal usul hassaku di Innoshima, Onomichi, Hiroshima, bersama dengan catatan rasa — dirancang untuk menambah kenikmatan baik saat memilih maupun setelah membeli.
Tentang Hassaku dan Akarnya di Hiroshima

Hassaku (八朔) adalah varietas jeruk Jepang yang dikatakan telah ditemukan selama periode Edo di kuil Jodoji di Innoshima di Onomichi, Hiroshima. Namanya berasal dari tanggal kalender lunar kuno “Hassaku” (1 Agustus), waktu dalam setahun ketika buah itu secara tradisional dimakan.
Sementara Prefektur Wakayama memegang posisi teratas untuk produksi hassaku di Jepang, Hiroshima berada di peringkat kedua. Tumbuh di bawah iklim Laut Pedalaman Seto yang sejuk dengan sinar matahari yang melimpah dan air bersih, hassaku dari wilayah ini dikenal karena perpaduan asam, manis, dan pahitnya yang seimbang. Meskipun produksi telah menurun secara nasional karena kulit buah yang tebal dan sulit dikupas, rasanya tetap sangat populer, dan produk berbasis hassaku terus laris manis. Buah ini memegang tempat yang sangat istimewa dalam budaya makanan lokal Hiroshima.
Detail Produk
- Harga eceran yang disarankan: 210 yen (belum termasuk pajak)
- Jenis sari buah: Sari buah langsung
- Saluran penjualan: Toko ritel nasional dan toko online
- Baik digunakan sebelum: 18 bulan sejak tanggal produksi