Setelah acara khusus yang diadakan pada Juli 2026 mendapat sambutan yang antusias, Oryori Mukyu, restoran Jepang yang terletak di dalam Roppongi Hills, kembali bekerja sama dengan penata kimono Rie Takahashi, perwakilan dari KIMONO QUEEN (KIMONO TOKYO TOSHIE LLC), sebuah perusahaan yang mempromosikan budaya kimono autentik di Jepang dan luar negeri. Kolaborasi kedua mereka menghadirkan pengalaman kimono dan budaya Jepang bertema musim gugur yang premium, yang berlangsung selama dua hari saja, yakni Jumat, 23 Oktober dan Sabtu, 24 Oktober 2026.
Dinobatkan sebagai salah satu "Japan Cuisine TOKYO Top 100 Restaurants 2025," Oryori Mukyu menarik perhatian karena ruangannya yang tenang dan terinspirasi era Taisho yang membawa nuansa wabi-sabi di tengah kota. Para tamu akan mengenakan kimono musim gugur yang elegan di dalam suasana yang tenang tersebut sambil menikmati langit musim gugur yang cerah dan bahan-bahan musiman, menciptakan momen di mana ruang, hidangan, dan tamu menyatu menjadi satu. Acara ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang melibatkan kelima indra bagi pengunjung dari Jepang maupun luar negeri yang mencintai budaya Jepang.
Jembatan Baru untuk "Mengubah Mimpi Menjadi Kenyataan, Berbagi Masakan Jepang dengan Dunia"
Operator Oryori Mukyu bertujuan untuk menjadi "jembatan yang menghubungkan orang, pengalaman, dan hal-hal melalui makanan," serta telah memperluas jangkauannya sebagai pusat untuk berbagi budaya makanan Jepang ke luar negeri, termasuk ke Vietnam dan Singapura. Nama restoran ini, Mukyu, berasal dari ungkapan Zen Tenjo Mukyu (天壌無窮), yang berarti keabadian yang berlanjut bersama langit dan bumi. Sama seperti bunyi "Mukyu" yang membawa keinginan untuk berbagi kepekaan estetika masakan Jepang lintas batas, restoran ini berharap dapat menyebarkan daya tarik budaya tradisional dari Roppongi Hills, sebuah distrik yang kaya akan karakter internasional.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Oryori Mukyu telah menjalankan "Mukyu Japanese Culture Tie-Up Series," yang memadukan masakan Jepang dengan budaya tradisional, sejak Juni 2026. Sejauh ini seri tersebut telah mengadakan lima acara dengan spesialis dari berbagai bidang — kimono, upacara minum teh gaya meja, chabako temae (gaya upacara minum teh dengan kotak teh portabel), pelajaran tata krama makan dan upacara minum teh untuk orang tua dan anak, serta ikebana. Acara ini menandai seri keenam secara keseluruhan, dan yang kedua yang didedikasikan untuk kimono dan masakan Jepang.
Membangun kesuksesan acara kimono pertama, seri kedua ini kembali mengacu pada keyakinan KIMONO QUEEN bahwa "hari Anda mengenakan kimono menjadi sedikit lebih istimewa." Ruangan dan masakan Oryori Mukyu menjadi latar ideal bagi para tamu untuk menghabiskan hari yang tak terlupakan dengan kimono musim gugur favorit mereka, dengan tujuan menciptakan momen di mana tamu, ruangan bertema era Taisho, dan masakan musim gugur yang indah menyatu seperti sebuah karya seni. Acara ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada semua orang yang berpartisipasi, baik di Jepang maupun luar negeri, untuk jatuh cinta kembali pada Jepang.
Paket Kimono Musim Gugur: Mengalami Budaya dan Estetika Tradisional Jepang
Saat musim gugur semakin mendalam, para tamu dapat menikmati ansambel kimono yang elegan dan sesuai dengan musimnya. Acara ini menawarkan dua gaya berbeda, masing-masing tersedia hanya pada tanggal tertentu — paket makan malam pada 23 Oktober dan paket minum teh sore pada 24 Oktober.

23 Oktober (Jumat): Paket Makan Malam
Malam istimewa di Roppongi, dihabiskan dalam suasana yang tenang dan damai setelah hari gelap sambil menikmati cita rasa musiman terbaik di musim gugur.
Acara ini menawarkan menu makan malam eksklusif untuk kesempatan ini, yang menyaring esensi dari menu makan malam lengkap Oryori Mukyu. Bahan-bahan musiman pilihan digunakan di seluruh sajian, mulai dari hidangan pembuka sakizuke hingga hidangan panggang, hidangan utama, dan makanan penutup yang manis, masing-masing disiapkan satu per satu menggunakan teknik tradisional. Berbalut kimono indah di dalam ruang restoran yang tenang, para tamu dapat menikmati hidangan lengkap yang elegan di waktu senggang pada malam musim gugur yang panjang.
- Harga: ¥36.000 (termasuk pajak)
- Waktu: Pemakaian kimono mulai pukul 17.30 / Makan malam mulai pukul 19.00

24 Oktober (Sabtu): Paket Minum Teh Sore
Minum teh sore ala Jepang yang elegan, dinikmati di bawah cahaya musim gugur yang lembut.
Paket ini disajikan dengan presentasi "morikomi", menata cita rasa musiman dalam peralatan makan tradisional Jepang. Mulai dari camilan gurih yang dibuat dengan cermat oleh perajin terampil hingga manisan Jepang yang elegan yang dibuat dari bahan-bahan musim gugur, setiap kotak dan piring memadatkan keindahan musim gugur Jepang. Sangat fotogenik saat mengenakan kimono, ini adalah sesi minum teh sore istimewa untuk dinikmati dengan mata dan lidah.
- Harga: ¥18.000 (termasuk pajak)
- Waktu: Pemakaian kimono mulai pukul 12.30 / Makan mulai pukul 14.00
Pengalaman Lengkap: Memakai, Memotret, dan Menikmati
Harga sudah termasuk sewa kimono berkualitas, termasuk yang terbuat dari sutra murni, jasa pemakaian profesional oleh penata KIMONO QUEEN, dan hidangan di Oryori Mukyu. Karena tamu tidak perlu menyiapkan kimono atau jasa pemakaian sendiri, mereka dapat datang dengan tangan kosong, sehingga acara ini mudah diikuti oleh pemula yang baru pertama kali mengenakan kimono maupun pengunjung dari luar negeri.
- Semua harga sudah termasuk pajak, tanpa biaya layanan tambahan.
- Foto makanan adalah gambar referensi dari menu sebelumnya; hidangan yang disajikan akan menggunakan bahan musiman terbaik yang tersedia pada hari itu dan mungkin berbeda dari foto.
- Barang sewaan diharapkan dikembalikan setelah selesai makan. Tamu yang ingin tetap mengenakan kimono setelah acara dapat mengembalikannya melalui pos pada hari berikutnya (biaya pengiriman pengembalian menjadi tanggung jawab tamu, dan salinan identitas diperlukan).
- Waktu mulai pemakaian kimono diatur secara individu dengan setiap tamu setelah pemesanan, sekitar satu hingga tiga jam sebelum waktu makan.
Reservasi: https://forms.gle/i3ZeEdy828YoNACF6
Seri Tie-Up Budaya Jepang Terus Berlanjut
Oryori Mukyu berencana untuk melanjutkan "Mukyu Japanese Culture Tie-Up Series," dengan berkolaborasi bersama berbagai tradisi Jepang termasuk upacara minum teh dan ikebana. Melalui masakan Jepang, restoran ini bertujuan untuk membawa keterampilan dan semangat tradisional ke masa depan, dan keluar ke dunia, dimulai dari Oryori Mukyu.
Ringkasan Paket Kimono Musim Gugur (Mukyu Japanese Culture Tie-Up Series Vol. 2 x KIMONO QUEEN)
- Tanggal: Jumat, 23 Oktober 2026 (Makan Malam) / Sabtu, 24 Oktober 2026 (Minum Teh Sore)
- Waktu: 23 Oktober — makan mulai pukul 19.00 / 24 Oktober — makan mulai pukul 14.00 (pemakaian kimono diatur secara individu untuk setiap tamu, sekitar satu hingga tiga jam sebelum waktu makan)
- Lokasi: Oryori Mukyu (3F, Roppongi Hills Residence B, 6-12-2 Roppongi, Minato-ku, Tokyo)
- Kapasitas: 6 tamu per hari (reservasi diperlukan, siapa cepat dia dapat)
- Harga: Makan Malam ¥36.000 (termasuk pajak) / Minum Teh Sore ¥18.000 (termasuk pajak) — tanpa biaya layanan; termasuk sewa kimono, jasa pemakaian profesional, dan hidangan
- Cara Mendaftar: Formulir reservasi (https://forms.gle/i3ZeEdy828YoNACF6)
- Batas Waktu Pendaftaran: Jumat, 16 Oktober 2026 (reservasi ditutup lebih awal jika kapasitas sudah penuh)
KIMONO QUEEN (KIMONO TOKYO TOSHIE LLC) — Rie Takahashi

Takahashi mendukung para tamu yang ingin mengenakan kimono untuk menciptakan kenangan istimewa yang tetap melekat secara visual maupun emosional. Ia berspesialisasi dalam proposal — melalui gaya rambut dan tata rias, gaya berpakaian, dan koordinasi — yang menonjolkan kepribadian dan kecantikan setiap tamu. Berbeda dari penyewaan kimono online biasa atau opsi murah, ia memiliki koleksi besar kimono berkualitas tinggi, mulai dari bahan sutra murni yang perbedaannya jelas terlihat saat menyentuh kulit, hingga kimono tsumugi dan komon sehari-hari. Berpedoman pada keyakinan kuat bahwa "di era yang didominasi oleh fast fashion, kami ingin berbagi keindahan abadi Jepang dan daya tarik kimono dengan dunia," ia memperkenalkan budaya Jepang yang autentik kepada penggemar di Jepang dan luar negeri.
Situs resmi: https://www.kimonoqueen.tokyo/
Pemilik-Koki Oryori Mukyu, Shotaro Igarashi
Lahir di Prefektur Fukushima, Igarashi memulai karier kulinernya di restoran berbintang tiga Michelin, Mizai, di Kyoto. Di sana ia belajar bahwa pelatihan tidak pernah benar-benar berakhir, mengembangkan tekad dan kepekaan estetika yang diperlukan untuk menghadapi esensi masakan kaiseki.
Setelah kembali ke Tokyo, ia menjabat sebagai sous chef di 御料理宮坂, sebuah restoran berbintang dua Michelin di Minami-Aoyama, sebelum menjadi kepala koki di 茶寮宮坂 di Roppongi Hills. Ia membuka Oryori Mukyu pada tahun 2025, tahun yang sama di mana restoran tersebut dinobatkan sebagai salah satu "Japan Cuisine TOKYO Top 100 Restaurants 2025."
"Belum tiba" — dengan keyakinan bahwa tidak ada yang namanya penyelesaian, Igarashi melanjutkan perjalanan tanpa akhir untuk membawa semangat tradisi Jepang ke masa depan dan ke seluruh dunia.
Situs resmi: https://gf-restaurant.jp/mukyu
