The Prince Kyoto Takaragaike (Sakyo-ku, Kyoto) mengadakan set teh sore ala Jepang di aneks kebun Jepang miliknya, "Saryo" (茶寮), pada tanggal-tanggal tertentu dan hanya dengan reservasi. Menu ini merupakan kolaborasi antara kepala koki masakan Jepang Takahiro Goto, koki kue Etsuo Suda, dan pembuat roti Wakana Komaki, yang menyatukan cita rasa musim panas yang menyegarkan dengan inspirasi teh Jepang.

Tiga Sorotan Teh Sore Jepang
1. Teh Hijau dari Fukujuen, Toko Teh Ternama di Kyoto
Musim semi ini, hotel memperkenalkan menu pasangan teh yang menampilkan teh Jepang, dengan bimbingan dari pedagang teh ternama Kyoto, Fukujuen (福寿園). Teh diseduh dengan perhatian cermat pada pemilihan daun, suhu air, dan waktu penyeduhan, yang menyempurnakan setiap hidangan manis dan gurih.
2. Tempat Pelarian yang Menyegarkan di "Saryo", Dapat Diakses dengan Kereta Bawah Tanah
Kedai teh "Saryo" terletak di dalam kebun Jepang The Prince Kyoto Takaragaike, dikelilingi oleh alam dan berada di tepi kolam—menawarkan tempat pelarian yang menyenangkan dari panasnya musim panas di kota. Tamu dapat mencapai Takaragaike langsung dari pusat Kyoto melalui kereta bawah tanah, menjadikannya liburan musim panas yang mudah dan tenang.
3. Kursus Pertama yang Gurih dan Artistik
Hidangan gurih pada kursus pertama disajikan dengan gaya terarium yang mencolok: bahan-bahan disusun di dalam wadah kaca untuk menyerupai taman lumut mini. Tampilan hijau yang dapat dimakan karya kepala koki Goto ini tentu saja sepenuhnya aman untuk dikonsumsi.

Detail Menu
Tanggal Tersedia: Sabtu, Minggu, dan hari libur Senin di bulan Juli dan Agustus 2026:
4 Juli (Sab), 5 Juli (Min), 11 Juli (Sab), 12 Juli (Min), 18 Juli (Sab), 19 Juli (Min), 20 Juli (Sen, hari libur), 25 Juli (Sab), 26 Juli (Min); 1 Agustus (Sab), 2 Agustus (Min), 8 Agustus (Sab), 9 Agustus (Min), 22 Agustus (Sab), 23 Agustus (Min), 29 Agustus (Sab), 30 Agustus (Min)
Reservasi diperlukan setidaknya 7 hari sebelumnya.
Waktu: 13:00 – 15:00
Tempat: The Prince Kyoto Takaragaike, "Saryo"
Harga: ¥10.000 per orang (termasuk pajak; biaya layanan 15% dikenakan secara terpisah)
Terbatas untuk 5 grup (maksimal 10 tamu) per sesi; minimal 2 tamu. Waktu makan maksimal: 2 jam. Menu dapat berubah tergantung ketersediaan bahan.
Minuman Selamat Datang
- Gyokuro seduh dingin
Kursus Pertama: Gurih — Gaya Terarium
Pasangan teh: Fukujuen "Hachijuhachi" (八十八) — seduhan pertama
Aroma dan rasa segar untuk melengkapi hidangan gurih.
- Matcha okara dengan mijin-ko, tahu wijen hojicha dengan kacang pinus, salad daun muda
- Lumpia belut dan daun bawang Kujo dengan garam teh
- Salad hijau dengan saus jeruk matcha; dengaku terong dengan miso teh
- Tamago yose (telur kukus padat)
Kursus Kedua: Kudapan Manis
Pasangan teh: "Hachijuhachi" — seduhan kedua
Keseimbangan rasa sepat lembut dan kekayaan rasa untuk menyeimbangkan rasa manis.

- Quiche Lorraine
- Mont Blanc kacang hitam Tamba dan hojicha
- Mousse genmai-cha dan susu kedelai
- Chamonmon (roti teh dan kacang merah manis)
- Tart cokelat ceri griotte dan pistachio
- Kue bola salju sencha dan kinako
- Monaka mangga
Pembersih Palet
- Mocktail gaya granita
Kursus Ketiga: Parfait Ala Jepang — Terinspirasi Ikebana
Pasangan teh: Genmai-cha
Manisnya parfait berpadu harmonis dengan aroma panggang dari genmai-cha.

Parfait yang menampilkan mousse matcha dan mangga, sherbet shiso merah dan raspberry liar, disusun dengan gaya rangkaian bunga ikebana.
Pengalaman Matcha Opsional
Para tamu dapat meminta untuk menyiapkan matcha sendiri menggunakan chasen (pengocok bambu).
Kursus Penutup: "Bubuzuke" dengan Hojicha

Nasi yang dibentuk dengan tangan dalam bentuk temari sushi, disajikan dengan sashimi ikan kakap dan diselesaikan di meja dengan hojicha harum yang dituangkan di atasnya — sebuah penutup khas Kyoto.
Tentang Kedai Teh "Saryo" — Warisan Arsitektur oleh Murano Togo
Kedai teh "Saryo" di The Prince Kyoto Takaragaike adalah struktur kayu bergaya sukiya yang dirancang pada tahun-tahun terakhir arsitek terkenal Murano Togo. Kedai ini berdiri di kebun Jepang hotel, dan setiap detail yang halus mencerminkan keahlian pengrajin dan kepekaan estetika yang mendefinisikan warisannya.
Arsitektur Sukiya-Zukuri
Sukiya-zukuri adalah gaya arsitektur tradisional Jepang yang berakar pada semangat upacara minum teh yang diwariskan sejak zaman Sen no Rikyu. Gaya ini menekankan tekstur material alami dan harmoni yang mendalam dengan lingkungan sekitar.
Konteks Sejarah
Tahun 1980-an membawa pertumbuhan ekonomi yang pesat dan inovasi yang semakin cepat di Jepang. Seiring meningkatnya urbanisasi, permintaan akan ruang yang tenang dan luar biasa yang jauh dari kehidupan sehari-hari semakin meningkat, dan banyak kedai teh dibangun selama periode ini. "Saryo" dibuka pada musim gugur 1986 bersamaan dengan hotel tersebut, dan dianggap sebagai rangkuman dari teknik dan filosofi estetika Murano Togo.

