The Prince Kyoto Takaragaike (Sakyo-ku, Kyoto; General Manager: Keisuke Hitomi) mengadakan afternoon tea ala Jepang bertajuk "Kinshu no Minori" (錦秋の実り) di bangunan tambahan taman Jepang "Saryo" (茶寮), pada tanggal-tanggal tertentu dari September hingga November 2026, dengan reservasi saja. Menu ini merupakan kolaborasi antara pastry chef Etsuo Suda, pembuat roti Wakana Komaki, dan kepala koki masakan Jepang Takahiro Goto, yang menampilkan kelimpahan bahan-bahan musim gugur. Saat "Saryo" yang indah menjadi semakin memesona di musim ini, para tamu dapat menikmati setiap hidangan yang disusun secara artistik.
Hidangan Manis oleh Pastry Chef Etsuo Suda dan Pembuat Roti Wakana Komaki
Hasil panen musim ini diekspresikan melalui berbagai hidangan manis — parfait, mousse, tart, dan banyak lagi. Salah satu yang menonjol adalah parfait, yang diberi krim Mont Blanc dalam jumlah banyak dan diberi sentuhan jeli buah ara dan kopi.
Hidangan Gurih oleh Kepala Koki Masakan Jepang Takahiro Goto
Bahan-bahan musiman seperti ubi jalar dan kesemek memenuhi piring untuk mengekspresikan "musim gugur" sepenuhnya. Hidangan ini ditutup dengan ochazuke ikan kakap yang disajikan dengan kaldu tuna — cara santai untuk menikmati musim ini di "Saryo."


Gambaran Umum Afternoon Tea Jepang "Kinshu no Minori"
Tanggal Tersedia: 19 September (Sabtu), 21 (Senin, libur), 26 (Sabtu), 27 (Minggu); 10 Oktober (Sabtu), 11 (Minggu), 12 (Senin, libur), 17 (Sabtu), 18 (Minggu), 24 (Sabtu), 25 (Minggu); 7 November (Sabtu), 15 (Minggu), 21 (Sabtu), 23 (Senin, libur), 28 (Sabtu), 29 (Minggu), 2026
Reservasi diperlukan minimal 7 hari sebelumnya.
Waktu: 13.00 – 15.00
Lokasi: The Prince Kyoto Takaragaike, "Saryo"
Harga: ¥10.000 per orang (termasuk pajak; biaya layanan 15% dikenakan secara terpisah)
Minuman Selamat Datang
- Jus anggur bersoda
Hidangan Gurih
Sup ubi jalar Satsuma dengan sentuhan garam truffle
Shira-ae kesemek (dressing tahu) dengan kerupuk beras arare
Ikan bonito dibalut sayuran, saus ponzu daun bawang Kujo, dan kelopak bunga krisan
Mino-age udang (digoreng, dibalut helai mi halus), lemon
Shinjo berbentuk bunga Hagi (kue ikan) yang dilapisi kuning telur
Kacang ginkgo goreng pada tusuk sate jarum pinus, kastanye panggang
Tuile labu, tomat, dan wasabi
Stand Teh
Mousse teh hitam dan karamel dengan kompot apel
Cheesecake panggang labu
Ubi jalar
Cokelat nama (cokelat mentah) buah ara dan praline
Monaka kesemek (kue wafer)
Kroket ubi jalar
Jamur shiitake panggang rempah
Tart anggur Kyoho
Hidangan Manis Gelas
- Parfait Mont Blanc kastanye Tamba
Tamu boleh menambahkan krim Mont Blanc ke atas parfait sebanyak yang mereka suka.
Hidangan Penutup
- Ochazuke ikan kakap disajikan dengan kaldu tuna
Minuman
- Pilihan teh hitam, wa-kocha (teh hitam produksi Jepang), teh hijau Jepang, kopi, dan banyak lagi
Menu dapat berubah tergantung ketersediaan bahan.
Reservasi & Pertanyaan: The Prince Kyoto Takaragaike, Reservasi Restoran. Tel: 075-712-1144 (saluran langsung), 10.00 hingga 17.30
Reservasi juga dapat dilakukan melalui situs web resmi hotel: https://www.princehotels.co.jp/kyoto/plan/saryo/afternoonteaset_autumn2026/
Terbatas untuk 5 grup (maksimum 10 tamu) per hari; minimal 2 tamu per reservasi. Waktu makan maksimum: 2 jam. Akomodasi alergi makanan di restoran dan fasilitas perjamuan hotel terbatas pada 8 bahan yang wajib diberi label berdasarkan Undang-Undang Pelabelan Makanan Jepang (udang, kepiting, kenari, gandum, soba, telur, susu, dan kacang tanah); silakan bertanya saat melakukan reservasi untuk detailnya. Foto hanya untuk tujuan ilustrasi, dan detail dapat berubah sewaktu-waktu.
Tentang "Saryo" — Warisan Arsitektur oleh Murano Togo


The Prince Kyoto Takaragaike dibuka pada tahun 1986 dan merayakan hari jadinya yang ke-40 musim gugur ini. Hotel ini adalah salah satu desain terakhir oleh Murano Togo, salah satu arsitek terkemuka Jepang, dan teknik serta karakteristik asli yang beragam yang ia kembangkan sepanjang hidupnya tetap hadir dengan jelas di seluruh bangunan.
"Saryo" adalah bangunan sukiya-zukuri dengan ruang tehnya sendiri, yang diselimuti oleh ketenangan dan alam Rakuhoku, Kyoto utara. Dengan kesadaran bahwa banyak dari hasil akhirnya — bahan bangunan berharga dan perlengkapan yang dibuat dengan teknik pengrajin canggih — akan sulit untuk direproduksi jika rusak, pihak hotel telah merawat "Saryo" dengan sangat hati-hati sejak dibuka.
Selama 40 tahun terakhir, patina interior dan taman Jepang keduanya telah matang, memperdalam kesan karakter di seluruh ruang. Murano Togo, yang konon sadar akan hubungan arsitektur dengan waktu saat merancang desainnya, meninggalkan filosofi yang masih hidup di "Saryo" hingga hari ini.
Selain afternoon tea musiman, ruang khusus ini juga tersedia dengan reservasi untuk upacara minum teh dan bersantap. "BAR Saryo," yang buka pada tanggal-tanggal tertentu, juga terbukti populer sebagai tempat persembunyian orang dewasa.
Taman Jepang diterangi untuk menyesuaikan dengan musim sepanjang tahun, dan malam musim gugur memberikan kesempatan untuk menikmati dedaunan musim gugur yang cerah.

