Keindahan Musim Semi dari Toyama — Sarapan Cumi-Cumi Kunang-Kunang di Pelabuhan Perikanan dan Menu Spesial di Hotel New Otani Tokyo

Diterbitkan: 25 Februari 2026
Keindahan Musim Semi dari Toyama — Sarapan Cumi-Cumi Kunang-Kunang di Pelabuhan Perikanan dan Menu Spesial di Hotel New Otani Tokyo

1. Pengalaman Sarapan Cumi-Cumi Kunang-Kunang di Pelabuhan Perikanan

Cumi-cumi kunang-kunang adalah salah satu topping sushi paling populer di musim semi. Pelabuhan perikanan di seluruh Prefektur Toyama menandai dimulainya musim pada bulan Maret, ketika makhluk bioluminesen yang bersinar di laut malam menjadi pemandangan musiman yang dicintai.

Tur sarapan cumi-cumi kunang-kunang diadakan di Pelabuhan Perikanan Mizuhashi selama puncak musim. Sebelum fajar, pengunjung dapat menyaksikan tangkapan cumi-cumi kunang-kunang secara langsung dari pelabuhan — area yang biasanya tidak dapat diakses oleh publik — menyaksikan para nelayan bekerja di samping makhluk bercahaya yang diangkat dari Teluk Toyama. Pengalaman ini termasuk menyaksikan proses penyortiran dan melihat lelang.

Setelah mengamati cumi-cumi bercahaya, cumi-cumi kunang-kunang segar yang didaratkan dari Pelabuhan Perikanan Mizuhashi disiapkan dengan hati-hati di tempat oleh seorang koki. Karena kesegaran adalah segalanya dengan bahan ini, sarapan yang dihasilkan adalah sesuatu yang hanya dapat dicicipi di sini.

■ Tur Sarapan Nelayan Cumi-Cumi Kunang-Kunang Spesial — Tampilan Langka pada "Misteri" Teluk Toyama!

Tanggal: 7 Maret (Sab), 8 (Ming), 14 (Sab), 15 (Ming), 20 (Jum/Libur), 21 (Sab), 22 (Ming), 28 (Sab), 29 (Ming), 2026 — 4:45 pagi hingga 8:00 pagi
Tur direncanakan hingga Mei 2026. Tanggal untuk April dan seterusnya akan diperbarui secara berkala.

Lokasi: Pelabuhan Perikanan Mizuhashi
Bus antar-jemput tersedia dari Pintu Keluar Utara Stasiun Toyama atau ANA Crowne Plaza Hotel Toyama.

Pesan tur

2. Pameran Prefektur Toyama di Hotel New Otani Tokyo

Pasta Musim Semi Cumi-Cumi Kunang-Kunang dan Nanohana Toyama ¥3.500 (belum termasuk biaya layanan) — Makan Sepanjang Hari

Hotel New Otani Tokyo menyelenggarakan pameran Prefektur Toyama musim semi ini, dengan hubungan yang mendalam dengan prefektur: pendiri hotel, Yonetaro Otani, berasal dari Toyama.

Di restoran makan sepanjang hari SATSUKI, pasta musim semi yang dibuat dengan cumi-cumi kunang-kunang dari Teluk Toyama tersedia. Warna hijau cerah berasal dari nanohana musiman (bunga lobak): pure yang terbuat dari sayuran yang sedikit pahit, dikombinasikan dengan rebung dan saus berbasis kerang, dipadukan dengan cumi-cumi kunang-kunang yang montok dan kaya dari Toyama. Ini adalah hidangan yang hanya dapat dinikmati pada saat ini tahun ini.

■ Pameran Prefektur Toyama
Periode: 2 Maret (Sen) – 24 April (Jum), 2026
Tempat: Hotel New Otani Tokyo — Makan Sepanjang Hari "SATSUKI" dan restoran lainnya

Contoh Item Menu:

  • Pasta Musim Semi Cumi-Cumi Kunang-Kunang dan Nanohana Toyama (Makan Sepanjang Hari "SATSUKI")
  • Sushi Barachirashi Sakura Udang Putih Toyama (Masakan Jepang "KATO'S DINING & BAR")

3. Cumi-Cumi Kunang-Kunang dari Teluk Toyama

Cumi-cumi kunang-kunang Teluk Toyama menonjol karena ukuran dan kesegarannya. Perairan dalam teluk terletak sangat dekat dengan pantai, dan selama musim pemijahan, cumi-cumi bergerak dalam kelompok besar menuju perairan dangkal, tempat mereka didaratkan dalam kondisi baik dengan penangkapan jaring tetap. Awal musim semi membawa cumi-cumi yang sangat montok dan manis dengan umami yang kaya meluas melalui bagian dalam. Karena tempat penangkapan ikan dekat dengan pelabuhan, hasil tangkapan pagi dapat disajikan pada hari yang sama sebagai sashimi atau shabu-shabu — sesuatu yang membedakan Toyama. Dagingnya yang tembus cahaya, teksturnya yang padat, dan rasanya yang dalam dan tahan lama telah menjadikan cumi-cumi kunang-kunang Teluk Toyama sebagai bahan musim semi yang terkenal di kalangan pecinta makanan.

4. “Kalau Sushi, Ya Toyama”

Budaya sushi Toyama berfungsi sebagai pintu gerbang menuju daya tarik prefektur yang lebih luas, dari lanskap alam dan sejarahnya yang agung hingga makanan, budaya lokal, dan kehidupan sehari-hari.